Jumat, 19 Februari 2016

Tiga

Sudah nampak lebih jelas dengan apa yang kemudian ku pikir pikir lagi. Sesekali ku buat lupa dengan apa yang silam telah berlalu, agar lebih ku fokuskan pada sekarang. Tidak banyak yang yang sedang ku taruh lagi dalam pikiranku, hanya saja segerombol kadang mendadak datang memenuhi seisi kepalaku, memusingkan.

Ku sapu, seperti debu. Mungkin harus sering ku usir pergi dari jangkauanku yang tak kadang hanya menyesakkan saja. Sesekali ku mencoba terbuka diri, dengan orang-orang yang ku pikir sangat tidak mengasikan. Aku hanya ingin menghindari sebuah sangkaan hanya melihat luarnya saja, itulah alasan mengapa aku, mencoba. Agar aku bisa tau, siapa mereka.

Disamping itu, aku yang tidak sedang baik diajak bergurau, tidak sedang baik diajak beremosi. Minggu lalu, sepertinya bukan minggu yang baik untukku. Terlalu mencolok membuatku masih tak habis pikir akan tempo lalu. Benar saja, teka-teki silang perlahan terjawab bagai nomer pertama hingga nomer terakhir. Tapi ternyata aku bisa melalui masa masa dimana entah harus sedih, marah, senang, kecewa, kesal entah harus apa yang ku ekspresikan.

Dan kembali ada kisah baru, meski tak perlu peran baru tetap ku sebut kisah baru. Tidakkah ku sangka sangka akan jadi seperti ini?
Kita lihat, apa yang akan terjadi selanjutnya?


-------
Empat

Jumat, 12 Februari 2016

Dua

Aku tidak sedang bergurau
Bagaimana aku, bagaimanamu
Sedikit saja ku beri arti
Apa kau biarkan jadi tak berarti?

Bagaimana dengan perihal buku?
Buku yang baru, masih mencuatkan bau yang menyengat. Tajam penuh arti.
Lalu tinggal ku ukir sendiri isi bukunya
Dengan warna, dengan garis, dengan huruf
Yang melibatkan kamu

Tapi, sebagian orang terlalu malas
Mengukir kembali kisahnya di buku yang baru
Mengukir warna
Mengukir kata
Mengukir kisah, yang harus dari halaman pertama.
Itu lah penyebab sebagian orang lebih ingin membuka buku lama
Yang hanya tinggal melanjutkan
Hanya tinggal membuka
Di halaman ratusan ribuan; sekian.

Kamu atau aku
Apa hanya menorehkan kisah saja
Itu berat
Apa hanya menggoreskan tinta kita
Itu berat

Tak seberat kehilangan
Tak seberat melepaskan

Terkadang, berusaha itu harus.
Karena ada usaha yang ternyata lebih berat
Lagi.
Yang jadi kita
Entah jadi mereka

Satu

Mengapa begitu sulit untuk sekedar marah
Mengapa begitu sulit untuk sekedar menunjukan rasa kekecewaan
Mengapa untuk kesal saja tidak mudah

Tidak adakah amarah yang menyarang
Bergemuruh di pelataran hati
Tidak adakah kebencian yang membalut relung
Menggerogoti belah kasih

Bila semua sudah terjadi
Sampaikan padaku, yang di rasa rasa
Hujan takan melunturkan
Panas takan memuaikan
Dingin takan membekukan
Masih terjaga dalam suasana yang netral
Dalam hati, yang tak ku campur adukkan.

Rabu, 10 Februari 2016

Bagaimana denganmu

Bagaimana denganmu?
Apa sudah merasa bersalahkan atas apa yang kau pikir baik. Tidakkah kau berprasangka, jika yang kau lakukan tidak tepat. Hanya membuat suatu celah masalah baru. Ah aku bisa apa..

Bagaimana denganmu?
Apa sudah kau pikirkan bagaimanamu perbaikinya? Dengan kamu yang sedemikian rupa begitu. Apa kau sudah sesali? Apa yang kau canangkan benar kau lakukan?

Bagaimana denganmu?
Jika kamu, alasan mengapa tak ada rasa marah. Tak ada rasa kesal yang berkepanjangan. Tak ada rasa benci yang tertanam di hati.

Bagaimana denganmu?
Sudahkah kau laksanakan ucapmu?
Tak ada tatap, sampai ku lunturkan.
Tak ada pertemuan, sampai ku bisa melupa.
Apa usahamu?

Versimu

Dengan dan tanpa
Aku, kamu yang mana
Dengan dan tanpa
Bagaimana kamu padaku
Dengan dan tanpa
Akan sebuah waktu tak akan menjawab

Kesempatan
Keliru kah kamu

Lakumu, ku tunggu
Menjadi kunci, dari praduga
Aku dekat
Tapi ku coba jauhkan
Agar ku tahu, sejauh mana gapaimu

Dengan dan tanpa
Aku tetap sama
Dulu dan sekarang
Versi berbedaku
Kemarin dan sekarang
Versi berbedamu?

Jika ku lihat lagi sudut pandangnya
Berliku memusingkan
Enggan marah enggan dendam
Mungkin itulah masalahnya
Prahara yang tersambung

Akankah ada versi selanjutnya?

Selasa, 09 Februari 2016

Kau

Pedih
Luka yang tergores ini terlalu dalam
Dengan aku, yang merasa yakin
Ternyata yakin terkena pedih
Luka lalu luka
Pedih yang lalu pedih

-----------

Kemana harus ku berlabuh
Disaat aku tenggelam
Dan kau tenggelamkanku
Tenggelam dalam pilu yang memilu
Tenggelam dalam pedih yang meradang

Kemana harus ku menepi?
Saat kau hempaskan dengan sebuah kenyataan
Apa harus ku percaya lagi?
Disaat semua yang kau canangkan, tak ada benar-benarnya
Saat yang kau bisikan, tak ada fakta-faktanya
Membual layak fasih
Mendarah daging, terbiasa.



Jumat, 05 Februari 2016

Rasa?

Ada rasa yang masih tertinggal
Rasa yang masih ingin dipertanggung jawabkan
Atas aku, yang ternyata masih
Meski sempat terpendam tertumpuk
Tapi rasa itu masih nyata
Masih ada, masih berasa..

Ragu, takut, khawatir, cemas
Menggulung menjadi gumpalan bumerang
Yang kadang akan menghantamku saat pemikiran negatif melipir tak sopan
Betapa tidak, banyak hal yang membuatku sangat bertanya
Mungkinkan inginku selesaikan?
Agar tak ada lagi penasaran penasaran yang bergentayangan

Lebih beda, lebih nyata, lebih mengetuk
Entah apa yang sebenarnya membuat beda
Rasa.. Rasa.. Rasa..
Rasa yang ternyata masih ada
Rasa yang ternyata masih ingin kusanjungi
Rasa yang ternyata belum ku hanguskan

Meski dengki dendam bahkan benci pernah menyelimuti seluruh hatiku; kamu.
Tapi ketahuilah, aku bukan orang pendendam
Tanpa sadarpun, aku telah menghapuskannya sedari lama
Hingga tanpa sadar, dengki murkaku telah habis tertelan waktu

Waktu, waktu menjawab.
Waktu
Kau beriku jawaban, atas akhir dari perjalanan kan seperti apa
Waktu
Kuharap kau terus beriku pertanda
Akan sebuah rasa ini


Jumat, 29 Januari 2016

Kekosongan yang kuisi

Karena cinta itu tau kemana harus kembali
Meski dengan siapa
Meski seberapa lama
Akhirnya kan kembali
Pada yang utama
Hati ini kembali berlabuh
Dengan indah namun tetap hati-hati
Karena cinta itu sebuah jebakan
Tapi bagaimana kita,
Menikmati jebakan itu
Atau tersakiti jebakan itu

-----------------------

Sejak itu mungkin adalah awal
Awal dari segala awal
Awal yang tak pernah berawal
Awal yang belum berakhir
Entah akan berakhir atau tidak

Tapi sejak itu
Permulaan kembali menuliskan kisahnya
Kisah yang telah lama terhenti
Entah bagaimana, semua terjadi lagi
Awal yang membuatku sedikit tertegun
Apakah maksudnya?
Setidaknya, mengejutkan
Kembali dan berawal
Berawal dari permulaan

--------------------

Aku, mereka
Bagaimana bisa?
Aku, mereka
Apakah bisa?
Tidakkah sedikit ada ucapan
Yang tidak tersampaikan

Sedikit sedih menyelimuti pergi
Merasa rindu yang enggan pergi
Seperti petir mengejutkan lalu pergi
Menyentuh hati yang rentan sedih
Aku...
Membuka pintu yang ku kunci sendiri
Entah siapa sebenarnya yang akan datang
Yang pasti, akan ku nanti
Hingga ku tutup lagi sendiri


Chg.


Jumat, 22 Januari 2016

Sekilas, lalu lalang.

Yang tiada, kan silih berganti. Berganti peran, entah berganti posisi. Betapa tidak dengan kehadiran dan kepergian yang sebegitu mendadaknya, menandakan apa dan memberikan dampak apa.

Kita dibiarkan untuk terus menelurusi apa jalan cerita selanjutnya. Pemeran dalam sebuah sandiwara yang tertata dengan rapi. Sebuah kejutan yang kadang tak terbersit. Ada perihal yang masih belum terselesaikan. Terlalu banyak persoalan yang menyatukan bahkan memisahkan
memisahkan.

Memisahkan insan yang beradu argumen. Menyatukan insan yang berani menyapu diri. Menyelaraskan insan yang rela berbagi.

Entah apa dan bagaimana, perjalanan ini. Terasa begitu rumit, namun tak perlu dibawa rumit.

Jangan biarkan angin itu membawamu kemana saja, biarkan kamu yang membawa angin itu, sesuai dengan tujuanmu.

Dengan siapapun.

Minggu, 06 September 2015

Sepenggal kalimat-ku.

"Tak perduli, yang penting ku putar dan ku perdengarkan hingga ku terlelap" - (h.chg)
"Biarkan aku terus mendengarkan lantunanmu hingga akhirnya ku bisa mendengarkan suaramu dari dekat; lagi. Secepatnya " - (h.chg)


"Tak perlu yang sempurna, yang penting selalu ada" - (h.chg)


"Pengakuan itu bagus, tapi tak kalah bagus dengan tindakan" - (h.chg)


"Jika hanya diam di tempat, cepat atau lambat akan hilang terbawa lari yang lainnya" - (h.chg)


"Biar, meski tak jelas. Namun dirimu jelas. Tak semu. Biar, tentang perasaan. Lebih baik, tentang ada dan tidak ada" - (h.chg)


"Perbedaan itu terlihat jelas. Betapa tidak aku sadar secepat kilat" - (h.chg)


"Seperti angin, yang menghampiri bahkan menggoyah kesepian da ketiadaan. Jika ramai dia enggan" - (h.chg)


"Saat hati mulai lancang tertuju pada seseorang, lantas bagaimana bisa hati ditahan, seperti menahan lapar, menyakitkan" - (h.chg)

"Nyata namun semu, itulah kamu. Biarlah tak usah hiraukan" - (h.chg)


"Semakin dalam, aku rindu. Hingga tinta pena habis dan tak dapat menggoreskan lagi pada kertas itu" - (h.chg)


"Tapi setidak-tidaknya, ku nikmati. Meski akan jatuh juga" - (h.chg)


"Ada, dan selalu ada. Membuatku dengan lancang semakin mendambamu" - (h.chg)



"Matahari tak ku lihat lagi, tapi kau masih di tempat yang sama. Melindungi. " - (h.chg)



---

Tinta ini, Tanda.

Kamu tahu, sudah berapa banyak tetes tinta yang kugoresan pada kertas
Menulis tentangmu. Bagaimanamu
Tak terbendung, selalu menjadi sepenggal bahkan lebih kalimat
Ku relakan per tintanya habis
Dan ku ganti dengan tinta yang baru, agar aku tetap bisa menggoreskan-mu pada kertas ini
Kamu tahu, Aku
Sebentar berpikir
Sebentar menulis
Sebentar mengingat
Sebentar menulis lagi
Begitu seterusnya, hingga tak sadar kertasku telah diisi penuh oleh ribuan huruf-huruf.
Kamu itu apa?
Bisa-bisanya dengan mudah menarik seluruh duniaku jadi tentangmu
Padahal sebelumya, dari sejak lama kau adalah Diaryku
Namun sekarang, kuurungkan niatku untuk kujadikan kau Diaryku
Kembali ku goreskan tinta pada kertas sebagai Diaryku
Karena kamu, bukan Diaryku lagi
Melainkan isi dari Diaryku
Sungguh tak lucu bukan?
Biarlah orang menertawakanku
Kamu itu jenaka
Aku suka, sungguh.
Jangan lagi.

(h.chg)






Selasa, 14 Juli 2015

(a)KU

Aku tak bisa nilai diri aku seperti apa buruknya
aku juga tak bisa nilai diri aku seperti apa baiknya
Aku melakukan hal sesuai instingku, atau sesuai hatiku.
Tapi mungkin masih banyak orang yang sangat tidak berkenan dengan tingkah laku dan ucapanku.
Orang bilang harapan harapan perubahanku hanyalah hiasan belaka, yang melulu tidak ada rubah rubahnya.
Pribadi mana yang tak ingin berubah menjadi lebih baik lagi?
tidak ada.
Aku hanya salah metode, bagaimana untuk bisa berubah dimata orang lain.

Tak penting seberapa banyak opiniku tentang diriku yg sudah seberapa jauh aku berubah, akhir akhirnya hanya oranglain saja yang bisa menilaiku sudah berubah atau belum.

Orang mungkin muak denganku, muak dalam tingkah manisnya, muak dalam tutur kata manisnya; karena aku tetap menjadi pribadi yang mudah terbawa perasaan dan orang bilang aku tak berubah berubah.

Entah, nyatanya aku tidak benar benar cepat bete.
Entah, orang yg menilaiku. Orang tak peduli apa opiniku - tentang aku.

Yang orang orang mau, aku segera berubah. Sesuai dengan apa yg ku harap harapkan.
Orang maunya aku berubah, sama persis seperti semua harapan yang ku canangkan, yang orang bilang itu hanya hiasan saja.

Hiasan.
Hiasan.
Hiasan.
Mulutmu, sewaktu waktu sering menusukku dengan halus.
Hiasan.

Jumat, 15 Mei 2015

Apakah Semua yang 'Terlalu' itu Buruk?

Perasaan sayang?
Kalian semua pasti pernah, sedang memiliki perasaan sayang kenapa lawan jenis.
Ini lain konteks dengan kita sayang dengan keluarga, atau Yang Maha Esa.
Ini perihal, percintaan. Yang katanya ada rasa sayang dan rasa cinta.
Apalagi kalo rasa sayang itu semakin tumbuh semakin mengakar, menjadi TERLALU SAYANG

Perasaan ‘Terlalu sayang’ itu benar adanya. Perasaan itu tumbuh subur seperti dituai pupuk disetiap harinya. Namun apa yang terjadi saat pertengkaran hebat melipir tanpa permisi, yang terasa pertama kali adalah ‘Rasa sakit hati’. Sakit hati bukan main, hingga tak tau apa lagi yang harus dilakukan dan harus bersikap seperti apa.

Dari sebuah pertengkaran, untuk seorang perempuan yang hatinya diciptakan lembut mereka pasti menangis. 
"Menangislah jika perlu, jika dengan menangis kepedihan dan luka akan luruh bersama air mata. Jangan takut untuk diejek cengeng atau lemah, menangis itu bukan pertanda lemah"

Mereka menangis karena sudah tak tau lagi apa yang harus diungkapkan, terlebih sesak yang dirasakan dalam hati adalah buah dari ‘pohon terlalu sayang’ yang tumbuh subur.

Entah siapa yang mengharuskan kita untuk terlalu sayang kepada lawan jenis, nyatanya itu terjadi tanpa sadar, terjadi begitu saja. Karena kita adalah makhluk hidup yang diberi segenap hati dan perasaan, agar kita bisa memperlakukan sesama makhluk hidup lainnya dengan sepenuh hati. Tapi tak banyak dari mereka, yang mungkin hatinya sudah membeku, tak ada belas kasihan, tak ada rasa sayang, tak ada rasa cinta, mereka sudah ternina-bobokan kebencian yang amat sangat, lalu mereka menerlantarkan bagian dari keluarganya.

Mengapa harus ada kalimat “Terlalu Sayang” ketika pertengkaran atau perpisahan terjadi dan yang kita dapat hanyalah buah kepedihan dari pohon terlalu sayang yang tumbuh subur dipupuki cinta-cinta. Mengapa harus ada perasaan “terlalu sayang” jika pertengkaran dan perpisahan hanya membendung tangisan luka memilu.

Sebenarnya apa yang salah?

Saat kita hanya memiliki perasaan “Sayang” pada lawan jenis, lambat laun akan akan tumbuh subur menjadi “Sangat Sayang” atau tumbuh tak subur menjadi “Tidak Sayang, Lagi”.
Tapi kita tidak bisa mengelak adanya pertumbuh suburan perasaan itu, karena waktulah yang menuainya. Waktu dan cerita cinta yang menjadi pupuknya, apakah akan betumbuh subur atau tidak. Kita tidak bisa menghentikan pertumbuhan itu, itu terjadi begitu saja.
Yang pada akhirnya, dengan besarnya rasa sayang kita terhadap lawan jenis, membuat mereka semakin menjadi KITA. Aku dan kamu. Membuat seseorang memiliki hati yang lebih peka bahkan lebih sensitif dari biasanya, itu karena mereka mempunyai rasa sayang yang besar kepada seseorang.

Tak salah jika kita lambat laun memiliki rasa sayang yang besar kepada lawan jenis, tapi apakah aku, kita, kalian siap jika sewaktu-waktu ada yang harus memisahkan dua sejoli? Pasanganmu? Pasangan kalian? Ku rasa tidak, yang memiliki rasa sayang yang besar tidak akan siap begitu saja, dia pasti merasakan rasa yang benar banar sakit yang memojokkan bahkan banyak ingin mengakhiri hidupnya.

Itu semua kembali pada pribadi masing-masing, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Makan berlebihan, itu serakan.
Air yang berlebihan, itu menyebabkan banjir.

Sayang yang berlebihan, itu membuatmu sakit jika waktu memisahkan.

Lalu apa kita harus menyayangi lawan jenis dengan sewajar-wajarnya? dengan menghentikan gejolak jika sewaktu-waktu rasa "SANGAT SAYANG" menghampiri tanpa permisi?

Apa serumit itu?

Ku pikir, seseorang yang sudah terlanjur terlalu sayang kepada pasangannya itu adalah pondasi; kekuatan untuk batinnya sendiri.
Mungkin.
Buktikanlah sendiri.

Minggu, 26 April 2015

Belenggu Dira & Dave

PART I (06/11/14)

"Perasaan itu gabisa dibohongin, hati itu gabisa dipaksakan" kataku.

Semenjak galau teramat sangat, aku seperti enggan berujung sulit membuka hati lebar-lebar hanya untuk seorang lelaki. Entah apakah ini sebuah trauma yang berkepanjangan atau sekedar perasaan saja aku masih belum memahaminya.

Seseorang itu sepertinya mengagumiku, aku tak tahu pasti apa yang sebenarnya. Dia adalah Dave, teman baruku di Universitas. Menurutku dia cukup baik untuk ku ajak menjadi temanku, makanya sejak itu juga ku nobatkan Dave sebagai teman baruku. Perkenalan yang singkat itu menjadi berkepanjangan. Seperti biasanya aku tak memperdulikan sekitar, dengan acuhnya aku berlagak seperti tidak tahu apa-apa tentangnya. Sejak awal aku dan Dave hanya mengenal satu sama lain seperti layaknya dua individu bertemu dan berkenalan. Tak lama, Dave lebih sering menghubungiku. Dengan acuhnya aku selalu bersikap dingin merespon Dave yang lagi lagi terus menghubungiku tanpa henti. Sesaat aku terbawa suasana, kadang sosok acuhku mendadak hilang ditelan suasana, dan keadaan menjadi semakin hangat dengan sikap Dave yang bisa meluluhkan keadaan. Aku yang hanya menganggap Dave sebagai teman biasa, seolah lupa bahwa Dave berbeda. Dia tidak lagi menganggapku sebagai teman biasa dan aku kadang melupakan perbedaan itu, perbedaan yang mendasar didalam hati. Tapi aku masih tetap kukuh pendirian untuk terus mengacuhkan Dave, karena inilah aku dengan segala kekuranganku.

Tak ada, semakin hari aku semakin sangat acuh pada Dave. Tiba-tiba datanglah seseorang masuk kedalam cerita hidupku, namanya Jack. Sejak awal, dia sudah terlalu frontal memperlihatkan bagaimana dia menyukaiku. Aku yang sedikit risih dengan perlakuannya, mencoba untuk bersikap biasa saja dihadapannya.

Hari ke hari terus berlalu. Minggu ke minggu terus berlalu. Bulan ke bulan terus berlalu. Aku masih saja bersikap acuh tak acuh terhadap Dave, karena inilah aku yang sebenarnya, inilah perasaanku yang sebenarnya. Semakin lama, aku lebih sering bertemu Dave juga teman-temannya. Sesekali kita berpapasan atau bahkan tak sengaja bertemu ditempat yang sama, dan yang kulakukan hanyalah menatap sinis penuh candaan bahkan sesekali kita saling bertegur sapa. Tapi perasaa ini tetap sama, masih menganggap Dave hanyalah teman biasa, belum ada yang spesial di hati. Dengan kegigihan Dave, dengan sikapku yang acuh tak acuh, dengan sikapku yang dingin Dave masih bersikeras untuk terus mendekatiku dengan berbagai cara.

"Dirrrrrrrr, sini sombong amat" kata Dave.
Dan aku hanya membalas ajakannya dengan lambaian tangan dan senyum lebar.
"Dir, gue udah berbulan bulan ini mencoba membuat hubungan baik sama lo, dengan lo yang sangat teramat acuhin gue. Disitu gue bukan menyerah, tapi gue smkin usaha keras. Disisi lain, ada cewek yang suka sama gue, disitu gue punya dua pilihan antara gue terus perjuangin lo / gue deketin cewek yang emang dasarnya udah suka gue. Cuma lewat mimpi, Gue putuskan gue mau perjuangin lo, Dirrr"

dari waktu ke waktu, kami semakin cukup dekat hingga pada akhirnya timbulah perasaan yang sudah tak aneh lagi dirasakan remaja-remaja seusiaku.




-- Beberapa bulan kemudian -- (26/04/15)
Awalnya aku menjudge diriku sebagai sosok "traumatic". Tapi ternyata tidak, Dave dengan hebatnya menghilangkan traumaku membuka hati untuk oranglain. Entah dengan cara apa dan bagaimana bisa ternyata aku menyukai lelaki yang aku acuhkan mati matian.

-------


Dan dengan senang hati, Dira dan Dave kini bersama. Bahkan sudah terhitung berbulan-bulan mereka melukiskan kisah bersama di kanvas yang sama.

Seperti alurnya, kanvas itu kadang berwarna gelap mendung terkadang juga terang cerah. Tapi warna itu tetap melekat, tidak seperti pelangi yang indah dengan bermacam warna namun hanya sekilas.


------



With Love,


Dira & Dave








Jumat, 24 Oktober 2014

Teramat Gak Jelas

          Entah kenapa gue kembali ke masa ini lagi untuk kesekian kalinya. Gue dihadapkan dengan masa-masa sulit dimana gue sendiri ga ngerti sekaligus bingung dengan apa yang gue mau, apa yang gue rasa, dan apa yang gue sedang alami sekarang. Jujur demi apapun itu, gue sama sekali ga ngerti. Jangankan lo, gue sendiri juga engga ngerti. Disitu lah permasalahannya. Ya gue termasuk orang yang sulit berkomunikasi dengan diri gue sendiri, secara logika gue bingung dengan omongan orang yang bilang "tanya hati lo sendiri" kalo gue tanya hati gue sendiri, nanti yang jawab siapa? AH sudah lah gue emang ngelantur ke berbagai arah.

          Gue tekankan sekali lagi, gue bingung dengan apa yang gue mau, gue rasa, gue alami sekarang. Sampe pada akhirnya gue pusing sendiri, karena terlalu banyak hal yang bikin gue pusing, tapi gue juga bingung seberapa banyak hal apa aja yang lagi gue pikirin ini. Ini sih kayanya tulisan ter absrud gue, ya meskipun sebelum sebelumnya banyak yang lebih absurd, tapi yang ini juga absurd ko.

          Gue pengennya sekarang tuh gamau mikirin apa apa, yang ga pasti dan ga seharusnya gue pikirin. BAPER (re; bawa perasaan) emang ya gue segala aja dipikirin mau penting atau ga penting juga.
Rasanya gue pengen buang semua pemikirin - pemikiran itu. Walopun konsekuensinya gue bakal lebih terpuruk lagi. YAAAAAAAAAAAA,,,,, udah biasa terpuruk kan.

           Yah sekali lagi gue harus minta maaf karena apa yang gue tulis gatau arahnya kemana dan gimana, tapi cuma ini yang bisa bikin gue jadi meluapkan segala keluh - kesah yang gue rasain sekarang. Yang kalo diceritain ke seorang manusia pun dia mungkin gak akan pernah ngerti apa yang gue maksud.

          Entah ini mencari jalan keluarnya kemana gue sendiri belum paham sampai sekarang. Ini terjadi akibat ke-aral-an yang bertubi - tubi. Hati yang tak tahu arah dan tujuan, kuliah ga dapet libur, tugas membabi buta, lusa UTS, kampus-rumah tidak jauh tidak. Semuanya udah mix and stir banget gitu.

Finally, Thanks before. Cuma ini yang bisa gue lakuin atas semua keluhan gue yang ga jelas ini.
Next pasti lebih bermakna ko, HA HA HA HA



Minggu, 21 September 2014

Hastag Emang Dasar MABA

Saya MABA 2014. Hastag Dasar MABA (#)

          Perkenalkan saya adalah MABA 2014 disalah satu perguruan tinggi swasta di Bandung, sebut saja UNPAS. Tapi Unpas itu banyak kan tempatnya, nah sekarang ini saya sedang menggeluti hari – hari saya di FT UNPAS tepatnya di Setiabudi alias Fakultas Teknik Universitas Pasundan. (Selamat, kalian sudah mengetahui dimana saya berkuliah sekarang). Jadi saya berkuliah di situ, ya di FT UNPAS. Lebih tepatnya di jurusan Teknologi Pangan, yang katanya peminatnya overload, over capacity, emang iya sih. Pasti kalian langsung berpikiran bahwa saya berkuliah dijurusan yang berhubungan dengan makanan, karena ada kata “Pangan”? Kalian semua salah besar. Kata pepatah juga bilang, jangan melihat sesuatu dari luarnya saja, tapi telusuri keasliannya. TSAHHHHHHH!!! Yang membedakan jurusan TP yang saya gandrungi sekarang, dengan Teknologi Pangan lainnya yang ada di universitas lain adalah TP Unpas itu berbasis Teknik. Liat aja deh nama fakultasnya aja Teknik, yang besanding dengan teknik lainnya. Kayak teknik mesin, informatika, lingkungan, planologi. Berasa serem gitu denger kata “TEKNIK”. Coba deh bayangin gimana bentuknya yang berbau teknik – teknik? Bukan gue banget gitu kan kayanya. Yang membedakannya disitu, karena Teknologi Pangan dikebanyakannya adalah berbasis pertanian. Jurusan yang aku lakoni sekarang itu berbau teknik dan menjurus ke bagaimana pengaplikasiannya pada alat – alat yang bisa membuat suatu terobosan baru tentang pangan tersebut kan. Yang semuanya menggunakan suatu teknologi, yang bertujuan untuk mempermudah serta meningkatkan kualitas panganan tersebut. Ya begitulah sedikit profil tentang jurusan tempatku bersemayam. Suatu saat kalian akan kuberi tahu bagaimana pedihnya hidup dibawah sulitnya dan rumitnya jurusanku ini. Coming soon ya.. seiring berjalannya waktu. Baru juga MABA. Woles masih MABA belum tau pasti dan belum mengalami manis pahitnya kehidupan di jurusan teknologi pangan.

Oh gini rasanya jadi, MABA.

          Selamat datang mahasiswa baru. HAHAHAHAH masih dalam bawah sadar masih gak nyangka ternyata aku sudah beranjak dewasa. Sekarang udah bukan lagi siswa, tapi pake ‘MAHA’. Tapi buka MAHA barata. Tapi aku MAHAsiswa. Berasa gagah gitu kan ada embel – embel ‘MAHA’? emang dengan keadaan aku yang sebegitu jauhnya dari kata ‘dewasa’ udah jadi mahasiswa kayanya masih kayak mimpi. Setiap hari ketemu orang – orang dewasa a.k.a Senior a.k.a Kakak Tingkat. (Punten Kang, Teh. Nyai numpang lewat). NYAI??? Jadi ‘Nyai’ itu sebutan untuk MABA perempuan, karena kita berkuliah di universitas PASUNDAN. Ya pasti harus berbau SUNDA, terbitlah sebutan yang dilontarkan “Nyai…. NYAI Hanna…” Yasalam Masih sangat terngiang – ngiang ditelinga, teriakan – teriakan Ujang dan Nyai itu mengingatkan betapa mengasyikannya masa OPMB (ospek). Kalo dalam film tuh udah kayak, BEST MOMENT gitu kan. Pokonya itu bakalan selalu terkenang sepanjang umurku deh. EAK!

MABA mulai ngampus

           Assalamualaikum. Perkuliahan udah dimulai. Selamat datang rumah kedua-ku yang baru. Selamat datang akang teteh senior, selamat datang para dosen, dekan, rector dan staff. Selamat datang hari baru, semangat baru, tempat menuntut ilmu baru, pulpen baru, buku baru, pikiran baru, teman baru, sahabat baru, bringka – bringki baru, semuanya BARU. Dan akan berlangsung sampai 4 tahun kemudian. Semoga sih 4 tahun kurang aja ya plis nego dikit.
Beginilah nasib MABA. Sedikit RAISA alias serba salah. Numpang lewat, masa punten dulu. Kalo jaraknya agak jauh kan gakedengeran, alhasil sedikit jadi objek penglihatan kaka tingkat deh. (Punten Kang, Teh assalamualaikum semoga harimu menyenangkan he he). Selamat datang moving class. Selamat datang juga teman sekelas.

Oh gini rasanya ngampus...

          Masuk kelas. Yang satu sks itu dihargai 50 menit. Jika diuangkan mungkin saya sudah menjadi jutawan atau miliarder. Satu kendala yang paling sulit dihapuskan adalah NGANTUK! Sesuatu yang sangat klasikkkkk banget, ngantuk itu. Entahlah apa dikelas itu setan – setan peniup mata manusia sudah meraja lela atau apa sampai saat ini belum ada kepastian. Yang pasti, kendala yang paling mendasar adalah NGANTUK KAKAK!. Tapi jangan salah, NGANTUK itu akan segera hilang, jikaaaaa… Dosen yang masuk kelas itu memang bisa memecah suasana jadi lebih hidup. Engga nerangin materi cuman buat dirinya sendiri alias ga nyampe ke otak kami pak,bu. Jangankan nyampe, mungkin niat transfer ilmu aja kayanya ngga. Tapi begitulah kenyataannya, mengantuk adalah satu kendala dalam perkuliahan. 
Hal – hal yang paling mencolok dari  seorang MABA: 
  • Mulai banyak mengeluh akibat jadwal yang jomplang. Masuk pagi, masuk lagi sore contohnya.
  • Ngejar – ngejar dosen, dengan tujuan berusaha ngelobby dosen biar ganti jadwal biar gak banyak waktu yang kosong.
  • Seneng banget kalo dosen roman – romannya gak akan dateng sampai niat ngitung countdown 20 menit.
  • Nunggu kelas pasti jajan – jajan, asrama – asrama, nongki – nongki
  • Ngejek temen se MABA yang jadwalnya full dan liburnya Cuma dapet sehari
  • Ada yang lagi betah – betahnya di kampus, ada juga yang udah jadi kupu – kupu. Tanpa bermetamorfosis terlebih dahulu
  • Banyak MABA yang mencolok dan maba yang meredup. Kalo di elektrolisis mah ada yang lampunya, lampu redup, hanya gelembung, tidak sama sekali bereaksi. #EAK KIMIA
  •  Lebih sering mengeluh, dibanding menikmati
  • Lebih mendekatkan diri kepada NGANTUK
  • Masih alay teriak – teriak ketemu senior yang beningan dikit. (ganteng, cool, keren)
  • Masih agak – agak serem sama tatib ospek fakultas maupun jurusan, padahal udah basi banget itu ospeknya udah kelewat agak lama.
  • Banyak yang disangkain sebagai mata – mata.
  • Kuliahnya cuma 2 - 3sks, Nunggu kelasnya bisa sampai 5sks. Sekarang bahasanya udah SKS dong gaya.. DASAR MABA!
  • Yang tadinya slogan unpas itu; Nyunda, Nyakola, Nyantri, Nyantika dan lain - lain. Dengan kekuatan kreatifnya aku tambahin ya maaf ini hanyalah clotehan Nyatunduh, Nyalapar, Nyakelas sore, Nyahareudang, Nyakituweh pokona mah #UnpasNyunda.

Dan banyak lagi, tapi lupa, jadi kalo punya ide di point selanjutnya, mohon ditambah ya..

          Jadi MABA itu menyenangkan sekaligus membosankan. Rutinitas akan terus menerus seperti ini hingga 3 tahun yang akan datang. Bahkan mungkin akan sesibuk yang kita bayangkan sekarang. Tapi apapun itu keadaannya, tetap jalani dengan hati yang ikhlas dan tulus. Karena apapun yang kita lakukan di dunia ini semata – mata hanya untuk Allah Swt.
Tanamkan dalam diri kalian jadi MABA dan mungkin tahun depan bukan MABA lagi itu akan selalu menyenangkan sampai pada akhirnya wisuda nanti, AMIN. Akan selalu menyenangkan, akan selalu menggembirakan jika semua dilakukan dan dijalani dengan niat yang tulus. Tanpa ada paksaan dan dorongan dari oranglain.

Semangat MABA! Inilah awal dari kehidupan sebenarnya. Kehidupan yang sebenarnya dimulai dari sekarang. Bersiaplah untuk menghadapi kehidupan yang keras ini. Rintangan dan cobaan akan selalu menghampiri, semoga kita adalah manusia - manusia tangguh dalam menghadapi rintangan. Bergegaslah untuk menjemput si masa depanmu itu. Karena masa depan butuh dijemput, tidak akan datang dengan sendirinya.

"Apapun yang sulit akan terasa mudah jika kita menghadapinya dengan tulus dan ikhlas"



Selasa, 05 Agustus 2014

Jadi Siapa? Ya Kamu!

Akhirnya aku kembali nulis lagi dengan materi yang menjijikan... HAHAHAHA
maafinnnnn akuuuuuuu sebelumnya. Tapi yaudah selamat membaca ya!


Jadi Siapa yang Ambil?
Ini cerita non fiksi - 7.30 WIB


Awalnya buka kulkas cuma buat ambil susu kotak *merknya gausah disebut nanti dikira gue promo* aku keluarin susu kemasan kotak itu dari kulkas dan disimpen diatas kulkas, ceritannya mau diminum entar dulu gitu.
Habis beres beres, pas banget mau ambil susu kotaknya dan…
Gak lamaaaaa. gak sampe sejam atau setengah jam, mungkin cuma beberapa menitlah.
JENGJENGJENGGGGGGG…… 
GAK ADAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Saat itu banget, aku dirumah cuma sama ibuku. Aduh aku inget banget kalo aku gak kemana - kemanain itu susu kotak. Sampe ibu ngira aku lupa simpen dan lain lain. Tapi sama sekali gak ada. Yakali gue amnesia apa gimana, gak adaaaaaaaa! Busetdah siapa yang umpetin atau ambil? permisi dulu kek gitu…..
Ibu sih bilang, ah paling itu ada yang ngumpetin atau mindahin. BUT BTW gak ada udah dicari seisi rumah. Tiap tiap lewat kulkas, berharap susu itu ada lagi ditempat asalnya. ya mau aku minum. Tapi dipikir takut juga minum susu yang habis diumpetin.
Jam 8.00 WIB ibu pergi ke rumah nenek. Itu artinya aku sendirian disini. Perasaan udah campur aduk sih antara takut, kepo gitu tapi lebih bisa kontrol diri untuk ‘sosoan biasa aja’. Demi apapun itu, berharap susu itu balik. Lucu aja kayaknya habis ilang, terus ada lagi..
Sekarang udah jam 9.26 WIB, masih aja aku penasaran dengan seribu nyali yang aku punya buat nungguin bakal ada susunya atau engga. Berharapnya adek cepet balik, biar nyali bisa nambah gitu. HAHAHA
Emang ini masalah biasa aja, malah klasik banget sik. Tapi buataku engga, ini kali pertamanya aku dapet hal ganjil dirumah. Yaudah so tegar gimana gitu.
Yakali suasana makin tegang, lagi sunyi sunyinya dirumah. Tiba - tiba barusan banget 9.30 WIB ada banci ngamen depan rumah. Yakali gue paling takut sama banci muka silikon dan gak lama pergi deh itu banci.. Maafinnnnnn, gue cuma takut.
Dan gak lama, 9.36 WIB adekku yang cewek pulang. Haaaaa lega rasanyaaaa dia bisa ngobatin sedikit rasa takut yang aku sosoan beraniin. Bentaran lagi aku bakalan cerita sama adekku, dia pasti bakal kaget sekaligus gak percaya. Samaaak sik, lo aja gapercaya apalagi gue yang ngalamin dek! HUAAAAA
Dear Kamu yang ngambil susu kotak aku, Yauda gapapa buat kamu aja mungkin kamu kebita yah? mau yah? tapi gabisa beli takut ketauan?yaudah minum aja gih. Untung yg aku keluarin yg ada sedotannya, kalo yang gak ada sedotannya, nanti kamu bingung minumnya gimana. Tapi jangan gitu gitu lagi ah, suka bikin kepo jadinya. Yaudah gitu aja, kalo mau balikin yasok balikin tapi tempatnya jangan susah susah. Damai ajalah, aku kan gapernah ganggu kamu, jadi tolong dengan sangat toleransinya banget inimah. Yaudah gitu aja dari aku, Slamat minum susu dipagi hari yang cerah ini. Semoga harimu menyenangkan.
Dan kamu itu adalah… ADEK GUE BYE!
Jadi behind the scenenya, dia udah keluar rumah mungkin pergi sekolah dan mungkin aku dimana entahlah aku lupaaa dia langsung ambil susu kotak itu diatas kulkas. Jadi yaudaaaah sebenernya gitu jalan ceritanyaaa.. HA HA HA
cuma pengen bilang, GILA LO NDRO!
Nyesel gue udah bela belain parno, dan berpikir bahwa yang ambil / umpetin itu makhluk lain. BYE maksimal, lo cerdas banget emang pinter bikin gue agak takut HAHAHAHA
Finally, jadinya aku minum susu kotak yang tanpa sedotan. Kebodohan banget ini tuh.. Yaudah deh. Muka lo sosoan kaget gitu, taunya lo sendiri yang ambil HAAAAHHHHH
Thanks.

Jumat, 04 Juli 2014

Berhemat di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Semua umat muslim selalu menantikan bulan suci yang penuh berkah ini, karena di bulan Ramadhan kita bisa mensucikan diri dari segala dosa yang telah kita perbuat sebelumnya dan kita bisa memperbaiki diri kita menjadi sosok manusia yang lebih baik lagi kedepannya; yang terpenting adalah lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Bulan Ramadhan terbilang sangat singkat. Kita hanya diberi 30 hari lamanya untuk berpuasa dan mensucikan diri. Dengan waktu yang sesingkat itu, kita sebaiknya berpintar - pintarlah memanfaatkan waktu untuk memohon ampun kepada-Nya agar setelah bulan Ramadhan usai kita terlahir seperti bayi yang tanpa dosa. Berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan haus atau pun hawa nafsu, kita juga harus menahan diri dari segala godaan yang datang dari berbagai arah. Kita harus menjaga diri dari hausnya berbelanja ini itu. Kita harus menjaga lisan kita, telinga kita, juga sikap kita. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Bulan yang membuat kita bisa menjadi hemat, karena kita tidak makan dan minum selama 13 jam. Oleh karena itu, kita mempunyai peluang besar untuk menabung. Tapi tidak banyak yang melakukannya.

Di bulan Ramadhan yang suci ini yang aku rasakan adalah bukan semakin hemat, melainkan semakin borosnya pengeluaran. Banyak orang yang menjajakan makanan - makanan khas bulan Ramadhan diberbagai tempat; disepanjang jalan, dari tempat yang besar sampai tempat kecil seperti kios - kios yang memang disediakan hanya bulan Ramadhan saja. Kita terlalu tergiur dengan makanan dan minuman yang dijajakan para penjual dengan iming - iming "mumpung bulan puasa". Banyak orang menyerbu tempat makanan dan minuman untuk berbuka puasa ataupun sahur, dan berlebihan. Padahal kita dianjurkan untuk berbuka puasa dengan sebaik - baiknya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Tapi berbeda dengan yang aku rasakan ketika bulan Ramadhan, tepatnya saat berbuka puasa; ibuku banyak sekali menjajakan makanan dan minuman yang belum tentu akan habis tuntas dimakan. Sangat disayangkan, padahal diluar sana masih banyak orang yang masih memikirkan akan berbuka dan sahur dengan makanan dan minuman apa. Tapi di bulan Ramadhan ini, orang - orang terbilang boros atau bahkan hanya ingin memuaskan rasa laparnya saja dengan cara membeli berbagai makanan dan minuman.

Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Semuanya harus diatur sedemikian rupa cukupnya, tidak kurang dan tidak lebih. Di bulan Ramadhan kita bisa lebih banyak peluang untuk berhemat. Misalkan kita diberi uang jajan, berhubung sedang puasa otomatis uangnya tidak kita pakai untuk membeli makanan dan minuman, tak usah pikir panjang lag sebaiknya cepatlah ditabung. Saat membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa, belilah sesuatu yang terpenting dan dibutuhkan. Jangan membeli makanan dan minuman yang belum tentu akan kita habiskan semua, belilah sewajarnya untuk meminimalisir pengeluarkan juga kan? Berbukalah dengan cukup, jangan segala dimakan karena itu bukan yang dianjurkan oleh agama; bisa makan dan minum sepuasnya sesudah adzan maghrib. Itu bukannya bagus, tapi itu akan membuat kita ngantuk saat akan melaksanakan shalat tarawih. Jadi jika kita beli makanan dan minuman secukupnya, tak akan kita mengeluarkan uang yang banyak.

Setiap orang pasti selalu melakukan tradisinya setiap tahun; membeli baju lebaran. Tujuan kita untuk membeli baju baru itu adalah untuk terlihat bersih rapi dan suci ketika menyambut hari kemenangan bulan suci Ramadhan, bukan untuk pamer eksistensi ber fashion. Belilah baju yang sewajarnya yang memang sudah menjadi prioritas kita. Jika dirumah masih ada baju yang layak pakai dan masih terlihat bagus, apa salahnya kita memakainya dan menabung uang untuk membeli baju yang baru? 

Di bulan Ramadhan seperti ini, orang - orang pasti akan berbondong - bondong menyerbu supermarket, minimarket atau mall mall. Mereka berlomba - lomba mengumpulkan makanan dan minuman sebanyak - banyaknya atau memasak sajian - sajian khusus untuk nanti jika saatnya Lebaran. Tapi itu ternyata perilaku konsumtif, lebih baik uangnya untuk bershodaqoh. Semua itu harus diprioritaskan kembali, ada sesuatu yang lebih penting diatas sesuatu yang penting. Beli dan buatlah makanan dan minuman yang cukup untuk Lebaran nanti, sewajarnya saja. Karena apalah arti mempunyai banyak makanan dan minuman, mempunyai baju lebaran yang banyak dan bagus, jika kita tidak memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik - baiknya. 

Kita berbondong - bondong untuk berbuat baik dan mengumpulkan pahala kita, siapa tau dosa - dosa kita akan dihapuskan seperti bayi tak berdosa yang baru dilahirkan oleh rahim seorang ibu. Kita berlomba - lomba memohon ampunan kepada-Nya. Berhemat di bulan suci Ramadhan itu akan jauh lebih berkah dibanding harus menghambur - hamburkan uang yang tak jelas kegunaannya. 

#LombaCekAja

Kamis, 03 Juli 2014

Gak Akan Kemana

Rezeki itu kayak jodoh, sama sama gak akan 'kemana'. Tapi jodoh kan rezeki, iya sama sama gak akan 'kemana'.

Tangisan seorang ibu tua beranak 4 tersedu - sedu setelah kehilangan uang yang ia dapat dari kedua anaknya yang sudah berkeluarga.

Suatu hari, ibu tua tinggal bersama kedua anaknya yang masih berusia dini tanpa kepala keluarga. Beberapa waktu silam perselingkuhan yang berujung perceraian itu membuat ibu tua memutuskan untuk menjadi 'Single parent'. Kedua anaknya lagi sudah berkeluarga dan sudah memiliki anak, namun mereka bertempat tinggal terpisah jadi sesekali mereka mengunjungi rumah orangtuanya.

Suatu ketika ibu tua yang selalu ceria walau hatinya rapuh; tak mempunyai uang sepeserpun. Ibu tua bergegas untuk menemui anak pertamanya yang letak rumah tak jauh dari rumahnya. Sesampainya disana ibu tua hanya diberi selembar uang biru berpecahan 50.000, lalu ibu tua menemui anak keduanya yang juga letaknya tak jauh dari situ. Sesampainya disana ibu tua itu juga hanya diberi selembar uang biru berpecahan 50.000.
"Alhamdulillah...." katanya.

Ibu tua berpamitan lalu bergegas untuk pulang kerumah karena kedua anak yang masih kecil kelaparan belum menemukan sesuap nasi sedikitpun. Ia dengan sepedanya mengayuh dengan semangat untuk pulang dan menemui kedua anaknya. Tibalah dirumah ibu tua memeriksa saku celananya untuk mengambil uang yang sudah ia dapat dari kedua anaknya yang sudah berkeluarga. Percaya atau tidak, dua lembar uang berpecahan 50.000 itu tak ada disaku celana ibu tua itu. Ia mencari kesana kemari mengikuti rute yang sudah ia lalui tadi namun tak ada hasil. Ibu tua benar benar kehilangan uang berpecahan 100.000 itu. Sungguh malang nasibnya. Ibu tua sangat berputus asa karena tak mendapatkan kembali uang yang hilang itu, ia duduk dilantai rumahnya yang dingin lalu menangis tersedu - sedu. Ada perasaan menyesal mengapa tak disimpan baik baik uangnya, ada perasaan kesal karena ia sangat membutuhkan uang itu semua perasaan sudah tercampur aduk didalam hatinya. Wajar saja, ia membesarkan kedua anaknya yang masih kecil seorang diri tanpa seorang ayah yang sudah tega meninggalkan rumah hanya karena dia memiliki wanita lain.

Ibu tua langsung bergegas mengambil air wudhu. Ia butuh mengadu kepada Allah, ia butuh tempat mengadu. Seusai ia melaksanakan shalat, ia berdoa tak henti henti kepada-Nya untuk diberi kesabaran, ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Hingga menangis tersedu - sedu diatas sajadah biru.

Kedua anaknya sontak kaget ketika memasuki rumah melihat ibunya menangis tersedu - sedu melemah diatas sajadah dan masih menggunakan mukena. Ibu tua itu menjelaskan pada anaknya, kalau uang yang ia dapat dari kakak - kakakmu telah hilang dan entah dimana hingga mencarinya kesana kemari siapa tau jatuh dijalan. Perasaan sesak muncul dari kedua anak kecil yang harus menerima keadaan sepilu ini. Mereka ikut menangis dan memeluk ibunya hingga mereka terlelap tidur dilantai dalam keadaan sangat lapar.

"Tok Tok Tok Tok" suara ketukan pintu terdengar jelas.

Ibu tua beranjak bangun dari lantai dan segera membuka pintu rumahnya. Ternyata yang datang adalah temannya. Ibu tua bingung apa maksud kedatangan temannya ini, tak lama kemudian temannya memberikan uang berpecahan 150.000 dengan alasan karena ibu tua sudah terlalu banyak membantu dan menolong katanya. Senyum haru terlukis dari wajah ibu tua itu, sangat indah. Ibu tua memeluk temannya dengan ungkapan rasa terima kasih dan anak - anaknya langsung menghampiri ibunya dan memeluk haru mendapatkan rezeki yang lebih banyak setelah kehilangan uang dari anak tertuanya.


"Alhamdulillah Nak, akhirnya ibu memiliki uang untuk membelikan kalian makanan. Kalian sudah sangat lapar bukan? Ibu bersyukur sekali, tak perlu ibu menunggu lama jawaban dari Allah setelah ibu berdoa. Rezeki penggantinya telah datang lagi Nak. Allah sangat baik bukan? Allah menghilangkan rezeki ibu dan mengantikannya dengan rezeki yang lebih besar. Sebaiknya kalian teruslah jangan bosan bosan untuk meminta dan memohon kepada Allah, Nak. Karena ibu percaya Allah maha mendengar umatnya yang sedang tertimpa kesusahan. Tapi jangan merasa puas jika doamu telah terkabulkan, kalian harus kembali berdoa atas ucapan terima kasih. Ibu beruntung masih memiliki kalian berdua, Ibu sayang kalian. Doakan ibumu ini yak Nak" kata ibu.

"Iya bu Alhamdulillah Allah maha mendengar umatnya yang sedang kesusahaan, Rezeki gak akan kemana bu. Rezeki itu bukan hilang, tapi ditunda untuk kita miliki. Sampai pada akhirnya Allah tau kita benar - benar membutuhkannya dan Allah memberikan rezeki kepada kita lewat oranglain. Subhanalloh" kata kedua anaknya.

"Benar kan kataku, Rezeki itu gak akan kemana. Kayak jodoh, yang gak akan kemana. Kelak dengan sisa umur ibu sekarang ini masih diberi jodoh yang gak akan kemana itu, aku ingin melihat ibu tersenyum bahagia lagi dan jodoh ibu bisa menghidupi keluarga kita bu, Amin" katanya



Tangisan bahagia masih menghiasi pipi kering ibu tua yang sudah rentan itu. Ia hanya berharap apa yang ia lakukan selama ini dalam jalan yang benar dan selalu dalam lindungan-Nya.


Dear Tapi Bukan Dear Diary

Dear.... Dear... Dear... Dear...

Sedikit agak kayak Diary sih, Dear Diary.
Belakangan ini, disalah satu jejaring sosial yang gak kalah hitsnya dari jejaring sosial yang lain digandrungi sama manusia - manusia pengguna jejaring sosial Ask fm. Termasuk gue sendiri yang punya akun ask fm karena penasaran orang - orang pada punya mainan baru. Ask fm itu bukan untuk mempererat hubungan dengan yang lainnya, bukan untuk bercengkrama. Ask fm tempatnya tanya jawab dan untuk memuaskan penasaran mereka terhadap sesuatu. Karena gak bisa dipungkiri, ternyata kepo itu bukan cuma sekedar kata semata, tapi kepo itu suatu penasaran yang amat sangat dan mereka bisa terapkan dijejaring sosial yang satu ini. Entah itu positif ataupun negarif. Hal terpenting yang perlu digaris bawahi, jejaring sosial ini bagi orang - orang yang kekurangan nyalinya untuk unjuk gigi dengan selalu menyembunyikan identitasnya dengan 'anonymous' untuk menanyakan hal hal yang mungkin membuat mereka sangat ingin tahu terlebih 'PUAS'. Beberapa waktu lalu sempet agak tenggelam dan gak begitu banyak orang yang pake, tapi sekarang mulai naik daun lagi. Artis kali naik daun.

Tapi disini gue serius! Setiap waktu selalu ada hal - hal yang baru yang gue liat perkembangannya dari mulai impersonate, deskripsi dan lain - lainnya. Gue sempet terlibat dari berbagai sesi - sesi musimannya ask fm, jujur gue pernah berkecimpung langsung di sesi - sesi itu tapi gak lama gue mulai bosen dan gak nyempetin waktu buat buka lagi ask fm. Namanya juga 'pernah meninggalkan' pastinya gue ketinggalan kemajuan - kemajuan sesi yang baru dong? yang gue inget waktu itu tiba - tiba lagi kurang kerjaan banget dan kembalilah gue buka ask fm, dan gue baca home semua isinya like like like like like dan itulah ajang memperbanyak 'Like' dan sampe sekarang gue masih belum tau apa kegunaan pasti dari banyaknya 'Like'. Karena gue tidak sama sekali ngikutin perkembangannya, terbitlah kata 'kudet'. Gue cuma bisa ketawain diri gue sendiri, hal yang ginian aja masa iya harus gue bilang kalo gue 'kudet'...

Disini gue berperan sebagai pengguna ask fm yang pasif. Disamping jarang ada yang nanya ini itu gue juga memutuskan untuk gak share ask fm gue ditwitter untuk beberapa waktu, gue cuma takut gue tiba - tiba dihujat segerombolan orang cuma karena gue nyampah ditimeline mereka. Terus gue diblock diunfollow sampe followers following favorite semua jadi 'Nol'........ Suspended kali!!!! Walaupun kenyataannya gak seburuk itu. Dengan seribu alasan gue berujung dihome ask fm, dan yang gue lakuin secara rutin adalah baca timeline ask fm nyampe mata bolor berasa tulisan mulai gerak gerak gak beraturan. Saking tertariknya gue sama semua tulisan ask fm yang isinya mulai dari yang baik baik sampe yang buruk buruk. Dari mulai agama, politik, hiburan, sosial dan lain lain udah hampir ngalahin fungsi koran atau majalah yang isinya sama kumplitnya kayak ask fm.

Ada beberapa hal yang bikin gue tertarik dari ask fm :
Tanpa gue harus rajin rajin baca koran yang bacanya males banget kalo beritanya gak menarik, tanpa gue harus duduk seharian depan TV nonton berita - berita, tanpa gue cari tau di google; di ask fm tersedia pro kontranya tentang capres - cawapres yang lagi hits banget belakangan ini dan beritanya kumplit seabreg abreg. Gue heran sama yang jawab pertanyaan itu, lo ko mau maunya sih ngejelasin sampe sepanjang itu tentang capres - cawapres mana lo kena bully karena udah deskripsiin capres - cawapres pilihannya di ask fm dan dibully abis abisan. Dikatain sotaulah, oknumlah, tim sukses lah, kampanye hitam lah terserah lu dah.

Kehebatan manusia manusia nyeleneh dan jail yang gue perlu acungkan jempol buat mereka yang suka nanya panjang lebar ngebully lewat ask fm berkedok anonymous. Gue gatau pasti apa maksud dan tujuannya mereka meluncurkan pertanyaan sekeji itu dan banyak orang yang like dan tibalah di timeline gue dan gue baca. Dan bersuka citalah kalian yang kena tracker karena identitasmu terungkap tuntas.

Banyak cerita sedih, cerita mengerikan, cerita mengharukan, cerita menyebalkan, cerita percintaan dan gue salut sama mereka yang rajin banget ngejawab para anonersnya dengan jawaban panjang lebar seabreg abreg.

Dan banyak lagi hal hal yang bikin gue tertarik bacain timeline ask fm. Tapi yang paling menarik dari semuanya adalah cyberbullying. Dibeberapa negara khususnya yang banyak menggunakan ask fm mengkhawatirkan kasus bullying dalam ask fm. Beberapa pemerintah di negara negara tersebut bersikeras untuk menghentikan penggunaan ask fm di negaranya karena merugikan anak - anak, khususnya  remaja. Banyak kasus bunuh diri akibat tertekan karena telah dibully oleh seorang anonymous di ask fm. Tapi yang harus diperhatikan adalah remaja remajanya, bukan penghentian ask fmnya, karena kalo ask fm dilarang untuk diakses, sebagian orang akan melakukan bullying dijejaring sosial lainnya. Maka dari itu, yang perlu dibenahi adalah remaja remaja korban bully. Mereka yang merasa tidak percaya diri harus diberi dukungan penuh dari orang - orang terdekatnya. Kalo mereka berbesar hati dan bersikap tak peduli menerima ejekan, cemoohan dari para manusia bernyali sebesar kutu mereka tak akan sampai mengakhiri dirinya karena diejek teman. Karena yang mengejek itu hanyalah orang yang merasa iri dan hanya bisa berkomentar menjatuhkan. Kasian kan mereka tersakiti oleh orang - orang yang tidak bertanggung jawab.

Sesi selanjutnya terus berlanjut. Dari mulai impersonate, deskripsi, like back, dan sekarang Dear...
Dear kamu, dear dia, dear mereka dear dear dear dear dear
Sesi 'Dear' ini bikin para pengguna ask fm pasif kayak gue mulai muncul lagi sekedar iseng iseng doang gitu, seru juga ternyata. Gue tertarik sama yang satu ini, itu penyebab gue kembali meluncur untuk jadi pengguna ask fm lagi. Gak naif kan gue hahaha

Banyak ko kegunaan ask fm selain cuma bullying. Jangan sia - siain waktu lo cuma buat cekakak - cekikik depan ask fm karena lo merasa puas udah menjatuhkan, menghancurkan, menyakiti, menyinggung perasaan oranglain karena itu sesuatu paling keji. Banyak ko hal yang lebih bermanfaat dan lebih menyenangkan dibanding itu semua. Kalo lo belum bisa berprilaku baik ke oranglain, mungkin itu tandanya lo juga belum bisa berprilaku baik ke diri lo sendiri. Semoga aja pengguna ask fm di Indonesia diberi iman yang kuat bagi mereka korban bullying abis abisan.

Selamat ber-Dear ya para pengguna ask fm. Semoga sesi - sesi selanjutnya ada sesuatu yang lebih menakjubkan dari sebelumnya, terpenting adalah positif.

Semoga harimu menyenangkan.

Jumat, 27 Juni 2014

Siapakah kamu?

Aku tidak benar - benar menyukaimu, sungguh.




Apakah aku pernah mengenalmu sebelumnya? atau pernah bertegur sapa? atau bahkan pernah bertemu denganmu sebelumnya?

Jujur saja, aku tak pernah mengenalimu sebelumnya. Bahkan tahu kau ada dimuka bumi ini saja aku tak dapat kabar apapun tentang itu. Mungkin kau terlahir dengan sendirinya dari rahim ibumu yang tak mengurusmu ditempat antah berantah yang tak banyak orang ketahui. Ketika suatu waktu kau tiba - tiba berada dihadapanmu, aku tak menghiraukanmu. Aku memilih bersikap acuh karena aku memang tidak mengenalmu bukan? Aku juga tak bisa menilai dirimu secara mendetail karena itu bukan keinginanku untuk menerka - nerka. 

Kau tahu, aku tidak benar - benar menyukaimu.
Mengapa belakangan ini kau selalu mengunjungi rumahku? atas dasar apa kau kembali terus - menerus seperti sesungguhnya persinggahanmu? aku tak pernah mengundangmu untuk datang kesini, bahkan kehadiranmu yang tak kuharapkan.


Mengapa kau selalu mengunjungi rumahku? Bahkan setiap hari kau berada disini. Sebenarnya tak apa, tapi jika sewaktu - waktu kau betingkah menyebalkan, detik itupun aku akan sangat membencimu. Tolong mengertilah bahwa aku tidak benar - benar menyukaimu.
Mengapa kau selalu mengunjungi rumahku? Bahkan aku tak pernah menyediakan tempat yang layak untukmu. Sekedar tempat yang hangat pun tak pernah. Aku tak pernah memberimu sedikit makanan saja, Karena hati kecilku tak merasa simpati kepadamu, Karena hati kecilku tak pernah berkata aku harus memberimu makan sekalipun minuman, kau sudah besar sepertinya kau bisa mencarinya sendirian dengan sepenuh tenaga yang kau miliki. Sudah kubilang aku tidak benar - benar menyukaimu, jadi berhentilah menaruh harapan. Tapi aku tidak benar - benar membencimu. 

Kau tahu, aku tidak benar - benar menyukaimu. Apalagi menjadikanmu bagian dalam hidupku, itu sangatlah tidak mungkin. Hanya saja sesekali kau menyita waktuku ketika paras indahmu sedang bersandar santai disana. Sungguh eloknya. Aku sesekali memandangmu hanya kekaguman sesaat, tidak benar - benar ingin melihatmu. Dan kau harus ingat, sama sekali tak ada niatan menjadikanmu bagian dalam hidupku. Itu tidak mungkin!

Aku sendiri sangat bingung mengapa sejak dulu aku tak pernah benar - benar menyukaimu. Bukan kau saja, sebangsamu juga sepertinya tak ada kemauan lebih untuk menganggapnya. Tapi ada 2 sebangsamu yang ku kenal dan ku ketahui, tapi tetap saja menyebalkan. Hanya saja aku pernah beberapa waktu lalu menjadikam sebangsa selainmu menjadi bagian dalam hidupku. Tapi itu tak bertahan lama. Waktuku tak cukup untuk selalu meluangkan waktu untuknya, pada waktu itu. 

Sewaktu ibuku seusiaku sekarang. Dia pernah menjadikan sebangsamu menjadi bagian dalam hidupnya. Bahkan sebangsa musuhmu. Tapi suatu kejadian membuatnya sama sepertiku, tidak benar - benar menyukaimu lagi.

Maafkan aku. Aku tak bermaksud menyakitimu.
Aku sebenarnya tak peduli, jika kau menganggapku manusia tak punya hati. Atau mungkin kau menganggapku nenek sihir, atau manusia tidak penyayang. Tapi maafkanlah... Ini kenyataan. Aku tidak pernah benar - benar menyukaimu. Daripada aku harus berpura - pura menyukaimu dalam kemunafikan, lebih baik aku dingin kepadamu, bahkan sesekali tak menganggapmu ada disitu. 

Apakah kau mengetahui penyebab aku tidak benar - benar menyukaimu? Jika kau tahu, tolong beritahu aku.
Aku tak seburuk yang kau pikir. Aku masih punya hati nurani. Kau ingat kan? aku kadang terkagum - kagum padamu, jadi kau tahu kan aku juga tidak benar - benar membencimu?


Jika pesan ini sampai kepadamu, aku akan sedikit malu karena aku telah membicarakanmu disini. Tapi aku tersadar, jika pesan ini benar - benar sampai kepadamu, kau benar - benar tidak bisa membacanya.
Tapi sepertinya kau mengetahuinya, kucing. 

Aku tidak benar - benar menyukaimu dalam bentuk apapun itu. Entah kau berbulu tebal, berwarna kuning atau abu atau hitam atau putih, entah kau berparas elok, atau ekormu yang sangat bagus. Aku sungguh tidak benar - benar menyukaimu. Tapi aku tak pernah berani melukai hatimu atau fisikmu. Jadi terimalah pengakuan ku ini.

Aku tidak benar - benar menyukaimu, sungguh wahai kucing.


Salam Hangat,

Aku yang tidak benar - benar menyukaimu.