Sabtu, 30 Maret 2013

Sepatu Penunjuk Jalan Pulang

Terinspirasi dari cerita klasik "The Wizard of Oz". Tokoh utama Dorothy Gale mengetukkan kedua tumitnya dan sepatu ajaibnya yang berwarna merah membawa pulang kerumah. Seniman Dominic Wilcox menggabungkan sepatu dengan teknologi GPS dan cahaya LED untuk menunjukan jalan pulang ke rumah.
Seniman kelahiran Sunderland yang meraih gelar masternya Rolay College of Art memamerkan hasil kreasinya di KK Outlet di Shoreditch, London.

"Saya memutuskan membuat sepasang sepatu yang dapat mengarahkan anda ke rumah, dimanapun anda berada. saya memikirkan "The Wizard of Oz" dan bagaimana Dorothy mengetukkan sepatunya untuk pulang kerumah," kata Wilcox.

Ia diberi pesanan oleh Global Footprint, grup seni visual dan warisan hidup yang berbasis di Northamptonshire. Sepatu itu dilengkapi perangkat lunak komputer dan kabel USB. Cara kerjanya, ketika pemakai berada dirumah dan memakai sepatu itu, ia tinggal mengunggah alamat rumah.

Sebuah antena GPS ditanamkan di tumit sepatu kiri. sepatu kiri itu juga memuat lingkaran lampu LED yang berbentuk kompas.

Sepatu kiri terhubung secara nirkabel dengan bagian kanan. sementara itu, sepatu kanan akan menampilkan palang progres yang akan menunjukan seberapa jauh si pemakai harus berjalan. (Daily Mail/Sri)

Jumat, 29 Maret 2013

How crazy you are..

Seperti dihadapkan dengan masalah yang sangat besar. aku tahu kamu, dan kamu tau aku, tapi keadaan yang tak mengenal kita pada kenyataannya.



Kita nih dua sejoli.. satu bangku dari kelas X9. namanya Nine

Sabtu, 23 Maret 2013

MUNGKINKAH?

Sesuatu yang salah, kini menerpa. dimana disulitkan dengan berbagai pilihan, dan ini bukan lagi pilihan melainkan nasib. apa jadinya merelakan yang lebih penting dan mendapat kebahagiaan hanya sementara dan sama sekali tak menjamin? Memang miris...

Mengagumi seseorang itu bukan suatu hal yang asing lagi bagi sebagian orang, malah lebih umumnya setiap orang pasti memiliki tujuan orang untuk dikagumi, begitupun hal ini. tak salah bukan jika mengagumi seseorang yang mungkin sudah jauh lebih membuat nyaman dan benar-benar membuat semuanya mengalir seperti air. tapi di sisi lain, mengagumi seseorang tidak hanya mengandalkan urusan hati, logika pun harus berjalan. bagaimana mungkin menyukai seseorang yang sama sekali sebenarnya tak boleh di kagumi karena beberapa alasan. harus dihadapkan dengan berbagai pilihan serta harus pula menerima resiko-resikonya, berat memang, tapi sampai kapan harus dipendam? aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! berhenti memikirkan sesuatu yang tak mungkin terjadi. memang benar, di dunia ini tak ada yang tidak mungkin, tapi ini memang benar-benar tidak mungkin.

Minggu, 17 Maret 2013


Tak terhitung sudah berapa kali ini terjadi…

Jatuh dan membuatku merasa kecil di dunia ini. Kecewa dan membuatku berhenti untuk percaya oranglain. Dikhianati dan membuatku pesimis terhadap cinta. Seperti burung kecil yang baru terbang, dunia menyuruhku untuk belajar semua hal dalam waktu singkat. Aku dipaksa untuk menentukan segala-galanya seorang diri. Tiba-tiba saja, hidup dewasa tidak semenyenangkan dipikiranku selama ini.

Tapi kau slalau berdiri di belakangku…

Kau tetap menyemangatiku dan berkata semuanya akan baik-baik saja. Tak putus-putusnya yakin aku bisa mencapai apapun yang kuinginkan disaat yang lainnya benar-benar meragukanku.
Kau membuatku merasa berharga.

Jujur saja, aku lelah berjuang terus. Tapi demia dirimu aku belum akan menyerah dulu. Mungkin aku harus berusaha lebih keras. Mungkin aku harus mencoba sekali lagi. Entahlah.
Aku tidak akan mengeluh…

Kau membuatku sadar…
Ternyata sejak awal, aku tak pernah dibiarkan sendirian. –Heaven on Earth
Tapi semua itu dulu, bukan sekarang. Bukan lagi sekarang, bukan lagi masa kini. Aku kehilangan semuanya dimasa kini. Aku yakin bila ku mencaripun tak akan ku dapatkan, seperti dirimu. Ah entahlah hanya pemikiran semu.

Semuanya beda tipis


Nyesek itu adalah…
Dimana kita bisa nyaman sama seseorang tapi gak akan pernah mungkin jadian gimanapun caranya juga gakan pernah mungkin. Cuma jadi harapan terpendam aja, dan itu jauh lebih nyesek kaliya. Dimana kenyamanan yang kita cari slama ini tapi sekarang sudah kita dapat, tapi di sisi lain hal itu gak akan pernah mungkin terjadi terlalu banyak benteng dan beribu alas an yang membuat itu semua tidak mungkin terjadi. Hanya bisa mengagumi dari kejauhan dan sama sekali tak berkutik apapun. Keadaan memang tak mendukung, semuanya memang tak mendukung, maka dari itu biarkan rasa ini pergi semakin jauh seiring berjalannya waktu. Mungkin suatu saat nanti, dan itu entah kapan, mungkin saja bisa dipertemukan dalam hal yang berbeda lagi.

Plong itu adalah…
Ketika kita disadarkan bahwa ada seseorang yang selalu muncul disaat yang tepat, dan bukan sekali dua kali tapi setiap. Ya lebih tepatnya dia datang ketika aku sudah menginjak kesendirianku, Setiap kesendirianku! Dia datang, dengan say hello tapi setelah sekian lama aku merasa bahwa itu biasa aja, entah karena dia termasuk orang yang terlalu cuek atau apa entahlah aku tak begitu tau pasti. Setelah aku membuka dan menceritakan hal ini kepada temanku, perbincangan itu menghasilkan beberapa pelajaran penting bagi aku. Gak semua orang cuek itu gak sayang, ada mereka yang gabisa nunjukin perasaannya dan Cuma bisa nunggu. Apa salahnya mencoba? Coba buat buka hati lagi, kalo emang cowok yang menunggu itu selalu datang disaat cewe putus atau lagi sendiri. Coba berfikir positif dulu, bisa jadi dia emang nungguin kamu tapi karena gak dapet dapet ya jadi dia mau coba buka hati ke cewe laen, tapi ternyata tak bisa, makanya dating lagi dating lagi. Jangan menyesal dua kali, coba buat respect, cowo tuh bakal balik lagi ke cewe pertama ko. Jatuh cinta itu mesti pelan pelan, jangan sekaligus, berat nantinya. Semua itu perlahan bisa pas dapet yang bener bisa dijaga baik baik dan tidak mengecewakan lagi, apa salahnya untuk mencoba dan membuka hati kembali? Siapa tau cocok. Kalau ditutup terus kapan sidia bisa masuk ke hati kamu? Toh di kuncinya dari dalem. Jadi intinya, selama ini dia slalu hadir dalam kesendirianku, seperti dia sudah tau kapan aku sendiri dan kapan tidak dan dia datang selalu tepat dan sudah lama hal itu terjadi berulang kali. Apa aku kurang peka? Atau…. Entahlah! Tapi setelah pencerahan itu terkuak, munculah rasa takut.


Kecewa itu adalah…
Dimana kita melihat sesuatu yang sangat memprihatinkan. Seseorang yang sudah sekian tahun kita kenal ternyata masih sejahat yang dulu dan sama sekali tak ada perubahan, masih tetap selalu menjatuhkan teman dekatnya. Kecewa banget liatnya.