Kamis, 03 April 2014

Friendzone atau Sahabat jadi...?

     “SELALU” barengan adalah suatu alasan yang paling konkrit yang pernah gue tau selama ini. Dari mulai ketemu tiap hari, ngobrol bareng, jalan bareng, curhatin tentang gebetannya masing-masing, apa apa ke dia, bete dikit ke dia, bercanda bareng, sedih bareng, musuhan bareng, semua yang dilakuin secara bersamaan akan menumbuhkan rasa yang gak biasa, karena dari hal itu kita bisa tau yang namanya nyaman sama seorang sahabat. Tapi biasanya, kita gak pernah tau apa yang kita rasain terhadap sahabat kita, kita terlalu sibuk memikirkan oranglain sampe akhirnya jadi kurang peka sama diri sendiri.

     Cinta itu tumbuh karena kebiasaan. Lo terbiasa bareng dia, lo terbiasa curhat ke dia, lo terbiasa sedih bareng dia, lo terbiasa seneng bareng dia, sampe lo ga ada sedikitpun perasaan canggung ke dia. Ini persis dialami salah satu sahabat gue, sebut aja DL. Dia punya sahabat cowok yang udah akrab banget. Awalnya dia berusaha nyomblangin gue sama dia, gue sama sekali gatau apa apa dengan semua ide konyol itu, tapi gue brusaha buat baik baik aja selama ini gak bikin gue risih. Suatu waktu, gue nyeplos dalem hati, kalo sahabat gue ini cocok juga kalo jadian sama tu cowok. Ya gue iseng doang sih ceritanya, gak sampe gue ucap. Dan ternyata, disisi lain ada segelintir orang yang bilang juga kalo dia cocok sama tu cowok, kenapa gak coba jadian aja? “katanya sih gitu. Emang udah paling sepemikiran banget kan. Dalam waktu yang sama, sahabat gue kurang terima kalo orang orang disekitar dia sampe ngira kayak gitu, dia berontak, dia marah, dia bete dan akhirnya terjadinya permusuhan antara sahabat gue dengan cowok itu. Dan parahnya lagi sahabat gue sampe nangis disetiap harinya saking dia gapengen orang orang ngira kalo dia ada apa apa sama cowok itu. Secara sahabat gue sama cowok itu kan emang sahabatan baik dan mereka ngelakuin hal geje sekalipun orang gak bakalan beranggapan apa apa, kalo gossip itu gak sampe keucap orang orang disekitar dia.
Itu sedikit ulasan ceritanya.
Intinya, sebisa bisanya lo ngelak sama diri lo sendiri kalo lo gasuka, tapi orang bisa nilai kalo dengan perlakuan lo kayak gitu, tandanya lo suka, lo udah nyaman sama dia. Sebisa bisanya lo doktrin otak lo buat bikin lo jadi gasuka sama dia, itu hal yang mustahil, karena perasaan itu tumbuh karena kebiasaan lo juga, secara gak sadar lo nyaman sama dia, dan gak bisa dipungkiri lagi kalo lo udah mulai jatuh cinta sama dia, walaupun dengan status dia sahabat lo, gak menutup kemungkinan lo bisa suka sama sahabat lo sendiri, walaupun disisi lain lo saling ceritain gebetan lo masing-masing. Karena gue pikir itu bukan yang sebenarnya isi hati lo.

     Orang yang bikin nyaman, bakalan kalah sama orang yang selalu ada. Karena pada kenyataannya, nyaman belum tentu dia selalu ada, tapi selalu ada, lama lama pasti bikin kita nyaman juga. Udah bukan jadi hal yang aneh lagi, sepasang sahabat cewek cowok, bisa jadi cinta. Udah kayak hukum alam yang seharusnya emang kayak gitu. Sekiranya gak sampe jadianpun, tapi pasti pernah terjadi saling suka, ataupun suka tapi sepihak. Kadang dari sahabat bisa jadi Friendzone.

     Friendzone? Lo pasti masih agak bingung kan mendefinisikan arti dari sebuah kata friendzone. Dengan banyaknya definisi definisi yang lo denger tentang friendzone. Gue udah sering denger orang-orang bilang friendzone, dan mungkin seiring berjalannya waktu, yang terlibat friendzone semakin banyak.


     Friendzone itu adalah suatu keadaan dimana lo suka sama temen lo sendiri, bahkan sahabat lo sendiri tapi dia Cuma nganggap lo sebagai temen baik atau sahabat baik doang, galebih. Itulah yang paling banyak orang takutin. Remaja masa kini terbilang serba salah menghadapi kasus percintaan. Tapi keadaan apapun yang lo dapet di masa sekarang, anggap itu menjadi sebuah warna dikehidupan lo saat ini, siapa tau beberapa tahun kedepan lo gapernah ngalamin lagi masa masa itu. Dan jadiin itu sebagai pengalaman berharga yang pernah lo dapet dan semakin lo tumbuh dewasa lo semakin tau mana yang harus lo pilih dan mana yang tidak, juga mana yang lebih benar dan tidak. Masa masa di SMA itu indah bukan?

Minggu, 30 Maret 2014

Hujan

      Menurut beberapa orang bilang, katanya hujan itu rezeki. rezeki dari yang maha kuasa. tapi karena alamnya udah rusak, alhasil hujan itu berasumsi jadi sebuah bencana. Dan tidak menutup kemungkinan semua orang benci hujan. Dari mulai menyebabkan banjir, bikin orang pacaran gagal ngedate, bikin acara yang udah terstuktur gagal juga, susah pulanglah, susah kemana-mana dan banyak alasan orang membenci hujan.

      Tapi sempet gak sih lo berpikir atau tersirat dibenak lo kalo hujan tuh emang beneran rezeki, apapun dampak yang bakal terjadi setelahnya. Sempet gak sih lo berpikir pas waktu hujan turun sebagian orang bilang itu adalah suatu waktu yang tepat dan ditunggu-tunggu. Contohnya lo berdoa dan mohon kepada Alloh depan guyuran derasnya hujan, tepat didepan guyuran hujan. Cukup absurd kalo orang beranggapan, tapi orang bilang itu timing yang pas buat kita berdoa disaat diturunkannya rezeki dari Allah lewat hujan. Walaupun beberapa orang berasumsi itu hal yang absurd, apa salahnya kita berdoa? Dalam keadaan apapun itu dan tempat apapun itu gak ada yang larang buat kita berdoa dan memohon sama yang maha kuasa kan, dalam keadaan hujan sekalipun lo bisa berdoa, lo bisa mohon lo dilulusin UN, lo dilolosin SNMPN, atau dimudahkan dalam segala urusan. Itukan tujuan yang sebenarnya?

      Beberapa remaja menganggap hujan itu cocok buat galau. Suara gemericik hujan yang tragis banget, ditambah dengerin lagu super mellow, sendirian dikamar natap jendela dan liat hujan, udah paling jadi manusia paling lapuk sejagat raya. Dan nyama nyamain turunnya hujan tuh sama dengan turunnya air mata lo, dan banyak lagi opini dari mereka. Mungkin mereka berasumsi seperti itu.
Dibalik itu semua, Indonesia kan luas, pastinya cuaca di berbagai daerah juga kadang beda-beda. Disini kadang musim hujan, turun hujan terus, eh bagian sana musim kemarau panjang. Jadi dibalik kebencian kita terhadap hujan yang kadang bikin semuanya jadi terhambat, ada juga yang sangat bersyukur dengan adanya turun hujan, bahkan mereka menantikan hujan. Bukankah itu sebuah  rezeki? Disaat suatu daerah yang lo tempati terkena kemarau panjaang, dan tiba-tiba turun hujan apa lo gak akan bilang itu sebuah rezeki yang menyelamatkan kehidupan lo udah lebih bisa bertahan hidup? Banyak makna dibalik kebencian kita terhadap sesuatu. Meskipun lo benci, tapi suatu saat lo butuh.

      Kayak semisal pelajaran fisika, gue benci banget sama pelajaran itu, tapi gue bisa apa? Saat ini detik ini gue masih duduk dibangku sekolah yang mengharuskan gue belajar fisika, sebenci bencinya gue, tetep gue makan tuh fisika, lo pasti pernah ngalamin kan? Itu ibarat kalimat analogi, manusia dibumi ini butuh hujan sewaktu-waktu, sama halnya gue butuh fisika saat gue harus memenuhi nilai gue. Dan itu diluar dari kebencian gue terhadap sesuatu, kadang gue harus makan semua materi itu dengan mentah mentah sampe gue gatau harus gue apain. Dan itu sama halnya lo benci hujan, dan turun hujan yang bikin banjir, dan lo gatau kan harus lo apain air hujan itu.

      Pada akhirnya, suatu saat nanti lo bakal cinta hujan. Dimana kebencian akan berubah menjadi cinta. Lo bakal nunggu suara indahnya hujan, lo bakal nunggu hujan turun dan lo perhatiin hujan. Apapun yang lo benci, akan jadi kebalikannya suatu saat nanti.


"Cintai apa yang lo suka, tapi jangan benci apa yang lo gasuka. Karena hidup itu pastinya kayak roda berputar. Dimana suatu saat lo bakal mencintai apa yang lo pernah benci, dan lo membenci apa yang lo pernah suka. "

Jumat, 14 Februari 2014

Cinta itu untuk siapa?

Mereka bilang, tak ada cinta yang melebihi cinta kepada Allah. Tak ada yang mampu menandingi sang pencipta yang maha mulia itu. 

Sepasang kekasih. Perempuan berjilbab dan lelaki yang sangat pintar, cerdas, agamanya pun kental. Terlihat akur dan baik-baik saja. Tiba-tiba mereka dikabarkan putus! entah apa yang menyebabkan mereka memilih untuk berpisah setelah menjalin hubungan kurang lebih 3 tahun. Cerita punya cerita, perempuan itu terlihat sangat begitu tegar, walaupun perempuan mana yang tak sakit hati bila harus berpisah dengan orang yang ia cintai tanpa ada masalah yang memberatkan. Tapi dia berbeda, dia menyikapi dengan dewasa. Dia menyikapi dengan ajaran islam, ikhlas dan lapang dada. Entah apa yang ia rasakan sekarang, tapi sedikitnya pasti merasakan kegalauan yang amat sangat, tapi ia bisa menunjukan bahwa dirinya baik-baik saja, seperti tidak terjadi apa-apa. Perempuan itu berjilbab. Agamanya kental, mungkin itulah salah satu alasan mengapa dia bisa setegar itu menghadapi cobaan seperti ini. Wajarlah jika ia menangis, karena perempuan mana yang tak sakit hati? walau mungkin, keputusannya dari 2 pihak tapi siapa yang tau isi hati perempuan itu... Setelah lelaki itu mengetahui bahwa perempuan itu menangisinya dan lelaki itu berkata "dengan kamu seperti ini, malu dengan jilbabmu, pacaran aja udah dosa, apalagi kamu menangisi aku, itu lebih dosa daripada pacaran dengan aku". Dan wanita itu menjawab "aku gak akan pacaran lagi, jodohnya kan udah ada, udah disiapin Allah. tinggal nunggu dikasih Allah aja deh". Subhanalloh...

Kekuatan cinta! Aku sangat yakin bahwa lelaki itu tidak benar benar melupakan perempuan itu. Bukan semata-mata ia tidak menyayanginya lagi. Lelaki itu hanya menuruti aturan, dengan banyaknya ilmu-ilmu yang sudah ia pelajari. Dan begitu tegarnya lelaki itu, seperti tak terjadi apa-apa. Begitupun perempuan itu, saat keadaannya belum membaik masih dalam kegalauan yang amat sangat, dia sempatkan dirinya untuk pergi ke pengajian, ia ingin hatinya tenang dan tentram juga ingin menambah ilmunya lebih banyak lagi lagi dan lagi. Lelaki dan perempuan itu menjalin hubungan awalnya dengan baik-baik, begitupun berakhir dengan baik-baik juga. Dan lelaki itu bilang "kamu sudah berpenampilan baik dimata Allah, itu berarti sudah saatnya kamu gak pacaran, udah saatnya kamu lebih mencintai orang yang telah menciptakan kamu. Sebelum kamu mencintai seorang lelaki, cintailah terlebih dahulu Tuhanmu".
Dan sampai saat ini, mereka masih berteman baik karena hanya status yang sempat membedakan perempuan dan laki-laki itu. Sekarang perempuan dan laki-laki itu menjadi sahabat yang sejati.

Pada akhirnya, disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Entah dia orang sholeh atau tidak, semua sama rata. Kita dipertemukan dengan seseorang itu berarti kita akan dipisahkan. Maka dari itu, jangan terlalu dalam untuk mencintai seseorang. Jangan memberikan sepenuh hati untuk seseorang. Karena siap gak siap, harus siap. Karena apa? Karena ini bukan saatnya. Akan ada saatnya kita harus mencintai dengan setulus hati, kelak nanti. Bukan sekarang. Belajar untuk berbesar hati. Belajar untuk mengikhlaskan. Belajar untuk berlapang dada.


Sabtu, 08 Februari 2014

Holiday Brays

Hari yang paling ditunggu-tunggu warga 22 pastinya. Tepat tanggal 6 januari 2014 gue bareng temen temen 1 angkatan bakalan study tour ke Bali dan Yogyakarta. Siapa sih yang gatau Bali? Semua pasti memimpikannya untuk menetap disana, kalo bisa sih selamanya.
            Di pagi hari, tepat di hari pertama gue udah dateng agak telat, otomatis semua jadi ribet dan mendadak mood pecah. Alhasil sampe lupa apa gue udah taro kopernya dibagasi apa belum… itulah kecerobohan dan gak konsentrasi. Ditambah fasilitas yang agak beda, padahal itu cuma prasaan doang, padahal faktanya fasilitas yang kita pake sama kaya yang laennya juga. Emang dasar, baru aja hari pertama dan belum pergi, udah banyak ngeluh, gimana mau nikmatin? Tapi pada akhirnya kita sangat menikmati semuanya. Istilahnya sih "Bisku malang bis ku sayang"

 Gue sebutin nih orang-orang yang bakal berjasa banget dan berharga banget slama gue di Bali nantinya. Yang jelas yang pertama pasti temen temen 1 bis dong, terutama GG! Girls Area (Gue, Asrie, Natasha, Ratu, Riri, Uti, Dwi, Chiesa dkk). Berikutnya ada guru BK kita, namanya bu Nining, selain itu ada nih tour leader kita dari PT. Satria Perkasa Wisata (tour & travels) namanya Kak Ingriana Pratama. Sebelumnya gue sama temen temen gapernah tau nama dia siapa, sampe sampe kita sebut dengan panggilan Kak Om a.k.a Kakak Om. Tapi lama lama jadi kak naga om, btw abisnya dia mirip naga Lyla, dan lucunya kita masih bertanya-tanya Naga itu binatang atau siluman(?) dengan spontannya temen gue teriak SILUMAN. Dan pada saat itulah tercipta juga panggilan Kak Naga Om Siluman dan terlalu banyak sebutan buat dia sampe pada akhirnya kita tau siapa identitas dia sebenarnya HAHAHAHA. Selanjutnya ada supir, paling berjasa banget kan supir tuh? Bis kita punya 2 supir dan 1 pendamping supir yang semuanya super kocak abis. Saking gatau namanya siapa, alhasil kita panggil mereka smua dengan sebutan ‘Om’ lagi lagi om, om supir gitu maksudnya.. permulaan yang menyenangkan!
            
Berpuluh puluh jam diperjalanan, udah mengukir sedikit demi sedikit cerita cerita lucu juga moment moment indah. Gak berhenti berhentinya kita ketawa, disela sela lelahnya perjalanan. Sesampainya disana, berasa dapet surga dunia, soalnya kita bener bener ngerasain yang namanya terlentang di tempat tidur, setelah skian lama duduk berjam jam yang bikin kaki rasanya gempor banget hampir bengkak kaya gajah.. itu baru perginya. Finally sampailah ke kamar hotel kita, gue satu kamar sama Ratu, Nat, Asrie. Udah bener bener saling melengkapi banget deh istilahnya.

            Ini dia yang paling kita tunggu-tunggu, hari pertama di Bali. Tidur paling larut malam malah mendekati subuh, dan alhasil bangun kesiangan, terngakak, dari cerita bangun - matiin alarm doang - terus tidur lagi, smpe ceritanya ga denger alarm sama sekali dan banyak lagi. Dan pada akhirnya kita bangun tepat jam 7, sedangkan itu udah paling kesiangan banget, karena kita harus udah kumpul lagi jam setengah 8, belum breakfast pula.. secara kita 1 kamar ber-4 bagemana ceritanya dan hal konyol pun terjadi, salah bawa kartu breakfast bener bener ya kurang konsentrasi…………. Gue bareng temen temen semua mulai masuk ke bis, dan jengjengjeng…. ADA ORANG BARU TUH… yaaaa, perawakan yang bagus,pake baju adat Bali dan pake iket bali, nama lengkapnya sih gue lupa, tapi kita panggilnya Bli Kadek. Dia itu adalah tour guide dari Astura Travel gitu ceritanya. Lucu gitu orangnyaa, apalagi ngomong dengan logat Balinya yang nyaris huruf K jarang keucap dilidah bli kadek “ade-ade” ….. Berikut Tour Leader kita, saking seringnya nanya nanya dan butuh sesuatu, dan saking seringnya kita panggil Kak om, temen gue kepincut berikut kegaet juga tuh hatinya sama tour leader kita. Namanya A****, entah dia dapet hasutan dari mana, entah dimata dia kak om itu rupanya seperti apa yang pasti tu anak ngebet banget sama kak om. Gue aja masih gak ngerti sampe sekarang ini?????!!!!!!!!!!!
            
Jadi ceritanya, suatu waktu, entah pada moment apa temen gue bisa suka sama kak om, entah selama diperjalanan dia perhatiin kak om terus atau gimana gue juga masih bingung, yang jelas semakin hari semakin menjadi jadi. Secara kita bareng bareng selama 7 hari full time - full day pula. Beserta tour leader juga kan otomatis. Ya begitulah singkatnya.. Dia sampe cari cari ka om dimana, dia smpe slalu pengen liat kak om apapun keadaannya, dia slalu ke balkon kamar biar kali aja liat ka om, saking gilanya sama kak om, 1 cetakan instax yang gasengaja ada kak om nya pun dibikin histeris. Keren kan temen gue? Sampe pada akhir dari kebahagiaannya, kita sampe ngelobby guru pembimbing kita, dan alhasil tercapailah keinginan dia dengan judul “Duduk sebelahan dengan tour leader bis 4” udah macam FTV aja gak sih???????????? Bus I’m in Love????? Atau Bali I’m in Love????? What a freak caption!!!!!!!!!! HAHAHAHHAHA
Entah semalam dia mimpi apa, yang jelas dia berhasil duduk sebelahan sama kak om, dan dengan spontan waktu kak om tidur tiba tiba nyender juga ke tu anak, yasalam gue sampe ngakak ga abis abis liat tingkahnya. Dikit dikit kak om, dikit dikit kak om, gue sampe pusing dengernya tapi itu lelucon juga lucu aja gitu, gue iya iya ajadeh pokonya. Yang paling ngakak sih, semua om supir tau kalo dia ngebet banget sama kak om. Yasalam tuh orang…… Finally malem terakhir di bis, guru pembimbing gue modus tukeran pin bb gitu sama ka om, ceritanya sih kalo suatu saat ada perlu, tapi ujungnya dikasihin juga deh tu pin ke temen gue. Hehehehhehe
            
Emang suatu pengalaman paling berharga. Gak perlu gengsi kita cuma pake bis, bangga sama kebersamaannya, bukan bangga dengan akomodasinya. Kebersamaan dan moment-moment selama diperjalanan itulah yang gak akan pernah bisa orang beli, yakin deh tuh gak akan ada yang jual jugaaaaaaaa...

            Jadi begitulah sedikit ulasan cerita gue bareng temen temen waktu disana, pengalaman yang berharga banget, dan gue sempet menyesali, kenapa keasikan slalu tercipta diakhir cerita? Kalo gue bisa ngulang waktu, gue pengen lebih lama bareng mereka semua, terutama GG, temen temen se bis, tour guide, tour leader, dan para om supir. Pengalaman berharga yang sumpah deh gapernah bisa dibeli pake duit sebesar apapun nominalnya, walaupun Cuma ke Bali dan Jogja, tapi yang kita dapetin bukan Cuma Balinya, tapi suasana dan keadaan yang slalu bersama sama saat susah maupun senang, sakit maupun sehat, semangat maupun lelah, walau capenya cape yang gak ada duanya.

            Pengalaman memang tak bisa diuangkan, tak akan sebanding dengan nominal uang. Tak selaras dengan pengulangan. Kenangan indah memang hanya terjadi satu kali seumur hidup. Jikalau diulangpun, kadar indah tak akan pernah sama dengan sebelumnya. Itulah arti kebersamaan yang sesungguhnya, bukan hanya berbarengan bertahun tahun atau berbulan bulan, hanya dalam hitungan 1 minggu pun kebersamaan akan terbentuk dengan sendirinya. Itulah arti sebuah melengkapi. Saling mengisi, saling berbagi. Kisah ini mungkin tak akan seseru kenyataannya, bila hanya tersurat. Tapi, kisah ini akan slalu terkenang indah bila tersurat dengan teramat runtun dan terstruktur. Liburan sederhara yang mengungkap sejuta kisah menyenangkan. Senang, sedih, lelah, bahagia, tertawa, kesal, marah kita padu menjadi satu. 7 hari bukan waktu yang lama, tapi mengukir banyak kisah yang tak terlupakan.


          "Jangan buang waktumu untuk mengeluh, jika ingin menikmati. Kuncinya hanya lapang dada, ikhlas, sabar, terima apa adanya"

Selasa, 08 Oktober 2013

Sisi Lain

Bakalan ada saatnya dimana orang-orang cuma akan mikirin diri sendiri. Bakalan ada saatnya dimana semua orang berprinsip individual. Bakalan ada saatnya orang-orang gapeduli temen disekitarnya sedih atau engga. Bakalan ada saatnya orang-orang gapeduli sama sekitar. Bakalan ada saatnya orang-orang cuma mikirin kesenangannya sendiri hanya untuk membuang kesedihan yang ada, dan bakalan ada saatnya dimana orang-orang bakalan keliatan sangat amat ceria dengan kenyataan yang sebenarnya adalah hatinya sedang rapuh. Dan itulah hidup yang sebenarnya...

Semakin jauh perjalanan kita, semakin keras pula apa yang kita jalani. Semakin kita bertambah umur, semakin banyak pula cobaan yang bakalan kita dapet. Semakin banyak pula pemikiran pemikiran yang mau gak mau harus kita pikirin dalam keadaan apapun. Semakin digambarkan kerasnya hidup yang sebenarnya, bukan yang enak-enakan sana sini minta tolong, bukan yang enak tinggal disamperin orang-orang, bukan yang tinggal nunggu hasil, tapi dimana kita mencari. Mencari sesuatu yang kita butuhkan, inginkan, harapkan, perlukan.

Kita dihadapkan dengan berbagai macam kepribadian orang. Kita diberi banyak pilihan, kita diberi banyak kesempatan, diberi banyak tantangan dan cobaan. Harus berkali kali terjatuh sebelum pada akhirnya kita akan menemukan siapa yang benar-benar. 

Kita gak akan pernah tau siapa yang benar-benar, siapa yang berpura-pura. Kita hanya diberi kesempatan untuk menjalani semua ini, terlalu membuang-buang waktu, kalo kita sibuk mencari tau, waktu ini sangat singkat, senang sedih kita nikmatin, kita jalanin. Ga ada orang yang tau apa keadaan kita sekarang, karena orang lain juga mereka sedang menjalani semuanya, mereka gak ada waktu cari tau apa yang terjadi disekitarnya, bukan urusan mereka nyari tau apa yang sedang dialami orang disekitarnya. Pintar-pintarnya kita dalam membawa diri kita, mau dibawa kemana kita? apa terus menerus disitu dengan segudang permasalahan yang dihadapi, dan terus memikirkan semua masalah tanpa menikmati semuanya yang kita punya sekarang? tanpa menikmati keramaian sekitar?


Nikmati semua yang terjadi, sulit mudah, senang sedih, jalani semua. Jangan habiskan waktu hanya untuk berdiam disuatu permasalahan dan kita tertinggal, sedangkan oranglain sudah jauh melangkah. Sambil menyelam minum air, langkahkan juga agar kita tidak tertinggal, tapi selesaikan juga permasalahan yang menerpa kita. 

Kita itu harus tetap ceria, apapun keadaannya. Kita harus bisa menutupi kesedihan, kejenuhan, kekesalan kita dihadapan mereka, jangan biarkan mereka tau apa yang sedang kita rasakan, dan kita alami, biarkan mereka urusi kehidupannya sendiri, tanpa ingin tahu apa urusan oranglain. Sekali lagi, hidup itu singkat, akan sangat menyesal kalo kita terus berdiam tanpa melangkah mengikuti arus perjalanan hidup.

Karena dengan tersenyum, masalah sebesar apapun terasa tak ada.. 

Minggu, 06 Oktober 2013

Who are you?

Terlalu bernilai tinggi
Kesederhanaan mengangkatmu
Kebaikan mengagumkan
Terlalu pintar untuk dibandingkan
Terlalu hebat untuk direndahkan
Waktu sangat berharga bagimu
Ucapanmu menyadarkanku
Orang yang hebat

Tak hanya mengagumkan, tapi mengingatkan betapa harusnya bekerja keras. Dalam mencapai tujuan, dalam mencapai cita-cita, dalam mencapai perubahan menjadi lebih baik, demi mencapai harapan dan asa, dalam berpikir dan................. terlalu banyak jika harus ku tuliskan disini. 

Manusia hebat, Sebutku. Aku seakan malu pada diriku sendiri, aku yang terkadang bermalas-malasan dalam mengerjakan sesuatu, aku yang terkadang acuh, aku yang terkadang tak pernah pikir panjang. Aku seakan malu, aku seakan tak percaya diri dengan kemampuanku yang segini adanya. Yang bila dibandingkan tak ada apa-apanya. Dan kamu menyadarkanku..

Manusia mana yang tak menyukai orang itu? Nyaris tak percaya dengan gubrisan mereka, yang berawal dari bercandaan menjadi kenyataan.

Lebih dari mengagumkan, manusia penyemangat. Seakan-akan seperti anak kecil yang tak tahu apa-apa lalu seperti diberi beberapa arahan oleh orang yang sudah dewasa, dan sekarang mulai mengetahui.


Andai aku diberi waktu untuk lebih lama
Andai aku diberi kesempatan
Andai semuanya itu terwujudkan
Andaikan aku tidak terus bermimpi..

Jumat, 27 September 2013

UNTITLED

Aku benci moment itu! Aku benar benar benci, aku benci karena aku harus merasa senang pada saat moment itu, aku benci kenapa aku harus terlihat seperti paling senang seumur hidup aku... Kenapa aku harus terlihat senang didepannya, Aku benci ini semua. Aku takut kesenangan ini menjadi akar kesedihan nantinya, aku sangat benci itu..

Seseorang sedang asik berbincang dengan temannya
tiba-tiba orang itu datang
mengejutkan katanya
membuatnya tak bisa berkutik menahan rasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya
tak banyak ia mengeluarkan kata-kata
dirinya hampir terhipnotis akan suasana
keadaan yang mengejutkan
kaku membeku
seluruh jiwanya seperti terhempas
terhempas terkejut terperengah
tapi dia tak mau mengakhiri saat-saat itu
dia tersenyum
sekaligus malu
menahan rasa ingin tersenyum adalah hal yang paling tersulit
dibanding menahan rasa ingin marah
akankah kesenangannya sebentar lagi akan terenggut oleh kesedihan
apakah akan secepat itu
apakah akan secepat ombak menghapuskan pasir
ku harap jangan
aku yakin dia belum siap
dia masih ingin merasakan kejutan yang lebih dari itu

Aku tak ingin berakhir..
Jangan berakhir.. Karena esok takan lagi. Satu jam saja.. Hingga ku rasa bahagia mengakhiri segalanya
Jangan berakhir.. Ku ingin sebentar lagi. Satu jam saja.. Izinkan aku merasa