Jumat, 15 Mei 2015

Apakah Semua yang 'Terlalu' itu Buruk?

Perasaan sayang?
Kalian semua pasti pernah, sedang memiliki perasaan sayang kenapa lawan jenis.
Ini lain konteks dengan kita sayang dengan keluarga, atau Yang Maha Esa.
Ini perihal, percintaan. Yang katanya ada rasa sayang dan rasa cinta.
Apalagi kalo rasa sayang itu semakin tumbuh semakin mengakar, menjadi TERLALU SAYANG

Perasaan ‘Terlalu sayang’ itu benar adanya. Perasaan itu tumbuh subur seperti dituai pupuk disetiap harinya. Namun apa yang terjadi saat pertengkaran hebat melipir tanpa permisi, yang terasa pertama kali adalah ‘Rasa sakit hati’. Sakit hati bukan main, hingga tak tau apa lagi yang harus dilakukan dan harus bersikap seperti apa.

Dari sebuah pertengkaran, untuk seorang perempuan yang hatinya diciptakan lembut mereka pasti menangis. 
"Menangislah jika perlu, jika dengan menangis kepedihan dan luka akan luruh bersama air mata. Jangan takut untuk diejek cengeng atau lemah, menangis itu bukan pertanda lemah"

Mereka menangis karena sudah tak tau lagi apa yang harus diungkapkan, terlebih sesak yang dirasakan dalam hati adalah buah dari ‘pohon terlalu sayang’ yang tumbuh subur.

Entah siapa yang mengharuskan kita untuk terlalu sayang kepada lawan jenis, nyatanya itu terjadi tanpa sadar, terjadi begitu saja. Karena kita adalah makhluk hidup yang diberi segenap hati dan perasaan, agar kita bisa memperlakukan sesama makhluk hidup lainnya dengan sepenuh hati. Tapi tak banyak dari mereka, yang mungkin hatinya sudah membeku, tak ada belas kasihan, tak ada rasa sayang, tak ada rasa cinta, mereka sudah ternina-bobokan kebencian yang amat sangat, lalu mereka menerlantarkan bagian dari keluarganya.

Mengapa harus ada kalimat “Terlalu Sayang” ketika pertengkaran atau perpisahan terjadi dan yang kita dapat hanyalah buah kepedihan dari pohon terlalu sayang yang tumbuh subur dipupuki cinta-cinta. Mengapa harus ada perasaan “terlalu sayang” jika pertengkaran dan perpisahan hanya membendung tangisan luka memilu.

Sebenarnya apa yang salah?

Saat kita hanya memiliki perasaan “Sayang” pada lawan jenis, lambat laun akan akan tumbuh subur menjadi “Sangat Sayang” atau tumbuh tak subur menjadi “Tidak Sayang, Lagi”.
Tapi kita tidak bisa mengelak adanya pertumbuh suburan perasaan itu, karena waktulah yang menuainya. Waktu dan cerita cinta yang menjadi pupuknya, apakah akan betumbuh subur atau tidak. Kita tidak bisa menghentikan pertumbuhan itu, itu terjadi begitu saja.
Yang pada akhirnya, dengan besarnya rasa sayang kita terhadap lawan jenis, membuat mereka semakin menjadi KITA. Aku dan kamu. Membuat seseorang memiliki hati yang lebih peka bahkan lebih sensitif dari biasanya, itu karena mereka mempunyai rasa sayang yang besar kepada seseorang.

Tak salah jika kita lambat laun memiliki rasa sayang yang besar kepada lawan jenis, tapi apakah aku, kita, kalian siap jika sewaktu-waktu ada yang harus memisahkan dua sejoli? Pasanganmu? Pasangan kalian? Ku rasa tidak, yang memiliki rasa sayang yang besar tidak akan siap begitu saja, dia pasti merasakan rasa yang benar banar sakit yang memojokkan bahkan banyak ingin mengakhiri hidupnya.

Itu semua kembali pada pribadi masing-masing, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Makan berlebihan, itu serakan.
Air yang berlebihan, itu menyebabkan banjir.

Sayang yang berlebihan, itu membuatmu sakit jika waktu memisahkan.

Lalu apa kita harus menyayangi lawan jenis dengan sewajar-wajarnya? dengan menghentikan gejolak jika sewaktu-waktu rasa "SANGAT SAYANG" menghampiri tanpa permisi?

Apa serumit itu?

Ku pikir, seseorang yang sudah terlanjur terlalu sayang kepada pasangannya itu adalah pondasi; kekuatan untuk batinnya sendiri.
Mungkin.
Buktikanlah sendiri.

Minggu, 26 April 2015

Belenggu Dira & Dave

PART I (06/11/14)

"Perasaan itu gabisa dibohongin, hati itu gabisa dipaksakan" kataku.

Semenjak galau teramat sangat, aku seperti enggan berujung sulit membuka hati lebar-lebar hanya untuk seorang lelaki. Entah apakah ini sebuah trauma yang berkepanjangan atau sekedar perasaan saja aku masih belum memahaminya.

Seseorang itu sepertinya mengagumiku, aku tak tahu pasti apa yang sebenarnya. Dia adalah Dave, teman baruku di Universitas. Menurutku dia cukup baik untuk ku ajak menjadi temanku, makanya sejak itu juga ku nobatkan Dave sebagai teman baruku. Perkenalan yang singkat itu menjadi berkepanjangan. Seperti biasanya aku tak memperdulikan sekitar, dengan acuhnya aku berlagak seperti tidak tahu apa-apa tentangnya. Sejak awal aku dan Dave hanya mengenal satu sama lain seperti layaknya dua individu bertemu dan berkenalan. Tak lama, Dave lebih sering menghubungiku. Dengan acuhnya aku selalu bersikap dingin merespon Dave yang lagi lagi terus menghubungiku tanpa henti. Sesaat aku terbawa suasana, kadang sosok acuhku mendadak hilang ditelan suasana, dan keadaan menjadi semakin hangat dengan sikap Dave yang bisa meluluhkan keadaan. Aku yang hanya menganggap Dave sebagai teman biasa, seolah lupa bahwa Dave berbeda. Dia tidak lagi menganggapku sebagai teman biasa dan aku kadang melupakan perbedaan itu, perbedaan yang mendasar didalam hati. Tapi aku masih tetap kukuh pendirian untuk terus mengacuhkan Dave, karena inilah aku dengan segala kekuranganku.

Tak ada, semakin hari aku semakin sangat acuh pada Dave. Tiba-tiba datanglah seseorang masuk kedalam cerita hidupku, namanya Jack. Sejak awal, dia sudah terlalu frontal memperlihatkan bagaimana dia menyukaiku. Aku yang sedikit risih dengan perlakuannya, mencoba untuk bersikap biasa saja dihadapannya.

Hari ke hari terus berlalu. Minggu ke minggu terus berlalu. Bulan ke bulan terus berlalu. Aku masih saja bersikap acuh tak acuh terhadap Dave, karena inilah aku yang sebenarnya, inilah perasaanku yang sebenarnya. Semakin lama, aku lebih sering bertemu Dave juga teman-temannya. Sesekali kita berpapasan atau bahkan tak sengaja bertemu ditempat yang sama, dan yang kulakukan hanyalah menatap sinis penuh candaan bahkan sesekali kita saling bertegur sapa. Tapi perasaa ini tetap sama, masih menganggap Dave hanyalah teman biasa, belum ada yang spesial di hati. Dengan kegigihan Dave, dengan sikapku yang acuh tak acuh, dengan sikapku yang dingin Dave masih bersikeras untuk terus mendekatiku dengan berbagai cara.

"Dirrrrrrrr, sini sombong amat" kata Dave.
Dan aku hanya membalas ajakannya dengan lambaian tangan dan senyum lebar.
"Dir, gue udah berbulan bulan ini mencoba membuat hubungan baik sama lo, dengan lo yang sangat teramat acuhin gue. Disitu gue bukan menyerah, tapi gue smkin usaha keras. Disisi lain, ada cewek yang suka sama gue, disitu gue punya dua pilihan antara gue terus perjuangin lo / gue deketin cewek yang emang dasarnya udah suka gue. Cuma lewat mimpi, Gue putuskan gue mau perjuangin lo, Dirrr"

dari waktu ke waktu, kami semakin cukup dekat hingga pada akhirnya timbulah perasaan yang sudah tak aneh lagi dirasakan remaja-remaja seusiaku.




-- Beberapa bulan kemudian -- (26/04/15)
Awalnya aku menjudge diriku sebagai sosok "traumatic". Tapi ternyata tidak, Dave dengan hebatnya menghilangkan traumaku membuka hati untuk oranglain. Entah dengan cara apa dan bagaimana bisa ternyata aku menyukai lelaki yang aku acuhkan mati matian.

-------


Dan dengan senang hati, Dira dan Dave kini bersama. Bahkan sudah terhitung berbulan-bulan mereka melukiskan kisah bersama di kanvas yang sama.

Seperti alurnya, kanvas itu kadang berwarna gelap mendung terkadang juga terang cerah. Tapi warna itu tetap melekat, tidak seperti pelangi yang indah dengan bermacam warna namun hanya sekilas.


------



With Love,


Dira & Dave








Jumat, 24 Oktober 2014

Teramat Gak Jelas

          Entah kenapa gue kembali ke masa ini lagi untuk kesekian kalinya. Gue dihadapkan dengan masa-masa sulit dimana gue sendiri ga ngerti sekaligus bingung dengan apa yang gue mau, apa yang gue rasa, dan apa yang gue sedang alami sekarang. Jujur demi apapun itu, gue sama sekali ga ngerti. Jangankan lo, gue sendiri juga engga ngerti. Disitu lah permasalahannya. Ya gue termasuk orang yang sulit berkomunikasi dengan diri gue sendiri, secara logika gue bingung dengan omongan orang yang bilang "tanya hati lo sendiri" kalo gue tanya hati gue sendiri, nanti yang jawab siapa? AH sudah lah gue emang ngelantur ke berbagai arah.

          Gue tekankan sekali lagi, gue bingung dengan apa yang gue mau, gue rasa, gue alami sekarang. Sampe pada akhirnya gue pusing sendiri, karena terlalu banyak hal yang bikin gue pusing, tapi gue juga bingung seberapa banyak hal apa aja yang lagi gue pikirin ini. Ini sih kayanya tulisan ter absrud gue, ya meskipun sebelum sebelumnya banyak yang lebih absurd, tapi yang ini juga absurd ko.

          Gue pengennya sekarang tuh gamau mikirin apa apa, yang ga pasti dan ga seharusnya gue pikirin. BAPER (re; bawa perasaan) emang ya gue segala aja dipikirin mau penting atau ga penting juga.
Rasanya gue pengen buang semua pemikirin - pemikiran itu. Walopun konsekuensinya gue bakal lebih terpuruk lagi. YAAAAAAAAAAAA,,,,, udah biasa terpuruk kan.

           Yah sekali lagi gue harus minta maaf karena apa yang gue tulis gatau arahnya kemana dan gimana, tapi cuma ini yang bisa bikin gue jadi meluapkan segala keluh - kesah yang gue rasain sekarang. Yang kalo diceritain ke seorang manusia pun dia mungkin gak akan pernah ngerti apa yang gue maksud.

          Entah ini mencari jalan keluarnya kemana gue sendiri belum paham sampai sekarang. Ini terjadi akibat ke-aral-an yang bertubi - tubi. Hati yang tak tahu arah dan tujuan, kuliah ga dapet libur, tugas membabi buta, lusa UTS, kampus-rumah tidak jauh tidak. Semuanya udah mix and stir banget gitu.

Finally, Thanks before. Cuma ini yang bisa gue lakuin atas semua keluhan gue yang ga jelas ini.
Next pasti lebih bermakna ko, HA HA HA HA



Minggu, 21 September 2014

Hastag Emang Dasar MABA

Saya MABA 2014. Hastag Dasar MABA (#)

          Perkenalkan saya adalah MABA 2014 disalah satu perguruan tinggi swasta di Bandung, sebut saja UNPAS. Tapi Unpas itu banyak kan tempatnya, nah sekarang ini saya sedang menggeluti hari – hari saya di FT UNPAS tepatnya di Setiabudi alias Fakultas Teknik Universitas Pasundan. (Selamat, kalian sudah mengetahui dimana saya berkuliah sekarang). Jadi saya berkuliah di situ, ya di FT UNPAS. Lebih tepatnya di jurusan Teknologi Pangan, yang katanya peminatnya overload, over capacity, emang iya sih. Pasti kalian langsung berpikiran bahwa saya berkuliah dijurusan yang berhubungan dengan makanan, karena ada kata “Pangan”? Kalian semua salah besar. Kata pepatah juga bilang, jangan melihat sesuatu dari luarnya saja, tapi telusuri keasliannya. TSAHHHHHHH!!! Yang membedakan jurusan TP yang saya gandrungi sekarang, dengan Teknologi Pangan lainnya yang ada di universitas lain adalah TP Unpas itu berbasis Teknik. Liat aja deh nama fakultasnya aja Teknik, yang besanding dengan teknik lainnya. Kayak teknik mesin, informatika, lingkungan, planologi. Berasa serem gitu denger kata “TEKNIK”. Coba deh bayangin gimana bentuknya yang berbau teknik – teknik? Bukan gue banget gitu kan kayanya. Yang membedakannya disitu, karena Teknologi Pangan dikebanyakannya adalah berbasis pertanian. Jurusan yang aku lakoni sekarang itu berbau teknik dan menjurus ke bagaimana pengaplikasiannya pada alat – alat yang bisa membuat suatu terobosan baru tentang pangan tersebut kan. Yang semuanya menggunakan suatu teknologi, yang bertujuan untuk mempermudah serta meningkatkan kualitas panganan tersebut. Ya begitulah sedikit profil tentang jurusan tempatku bersemayam. Suatu saat kalian akan kuberi tahu bagaimana pedihnya hidup dibawah sulitnya dan rumitnya jurusanku ini. Coming soon ya.. seiring berjalannya waktu. Baru juga MABA. Woles masih MABA belum tau pasti dan belum mengalami manis pahitnya kehidupan di jurusan teknologi pangan.

Oh gini rasanya jadi, MABA.

          Selamat datang mahasiswa baru. HAHAHAHAH masih dalam bawah sadar masih gak nyangka ternyata aku sudah beranjak dewasa. Sekarang udah bukan lagi siswa, tapi pake ‘MAHA’. Tapi buka MAHA barata. Tapi aku MAHAsiswa. Berasa gagah gitu kan ada embel – embel ‘MAHA’? emang dengan keadaan aku yang sebegitu jauhnya dari kata ‘dewasa’ udah jadi mahasiswa kayanya masih kayak mimpi. Setiap hari ketemu orang – orang dewasa a.k.a Senior a.k.a Kakak Tingkat. (Punten Kang, Teh. Nyai numpang lewat). NYAI??? Jadi ‘Nyai’ itu sebutan untuk MABA perempuan, karena kita berkuliah di universitas PASUNDAN. Ya pasti harus berbau SUNDA, terbitlah sebutan yang dilontarkan “Nyai…. NYAI Hanna…” Yasalam Masih sangat terngiang – ngiang ditelinga, teriakan – teriakan Ujang dan Nyai itu mengingatkan betapa mengasyikannya masa OPMB (ospek). Kalo dalam film tuh udah kayak, BEST MOMENT gitu kan. Pokonya itu bakalan selalu terkenang sepanjang umurku deh. EAK!

MABA mulai ngampus

           Assalamualaikum. Perkuliahan udah dimulai. Selamat datang rumah kedua-ku yang baru. Selamat datang akang teteh senior, selamat datang para dosen, dekan, rector dan staff. Selamat datang hari baru, semangat baru, tempat menuntut ilmu baru, pulpen baru, buku baru, pikiran baru, teman baru, sahabat baru, bringka – bringki baru, semuanya BARU. Dan akan berlangsung sampai 4 tahun kemudian. Semoga sih 4 tahun kurang aja ya plis nego dikit.
Beginilah nasib MABA. Sedikit RAISA alias serba salah. Numpang lewat, masa punten dulu. Kalo jaraknya agak jauh kan gakedengeran, alhasil sedikit jadi objek penglihatan kaka tingkat deh. (Punten Kang, Teh assalamualaikum semoga harimu menyenangkan he he). Selamat datang moving class. Selamat datang juga teman sekelas.

Oh gini rasanya ngampus...

          Masuk kelas. Yang satu sks itu dihargai 50 menit. Jika diuangkan mungkin saya sudah menjadi jutawan atau miliarder. Satu kendala yang paling sulit dihapuskan adalah NGANTUK! Sesuatu yang sangat klasikkkkk banget, ngantuk itu. Entahlah apa dikelas itu setan – setan peniup mata manusia sudah meraja lela atau apa sampai saat ini belum ada kepastian. Yang pasti, kendala yang paling mendasar adalah NGANTUK KAKAK!. Tapi jangan salah, NGANTUK itu akan segera hilang, jikaaaaa… Dosen yang masuk kelas itu memang bisa memecah suasana jadi lebih hidup. Engga nerangin materi cuman buat dirinya sendiri alias ga nyampe ke otak kami pak,bu. Jangankan nyampe, mungkin niat transfer ilmu aja kayanya ngga. Tapi begitulah kenyataannya, mengantuk adalah satu kendala dalam perkuliahan. 
Hal – hal yang paling mencolok dari  seorang MABA: 
  • Mulai banyak mengeluh akibat jadwal yang jomplang. Masuk pagi, masuk lagi sore contohnya.
  • Ngejar – ngejar dosen, dengan tujuan berusaha ngelobby dosen biar ganti jadwal biar gak banyak waktu yang kosong.
  • Seneng banget kalo dosen roman – romannya gak akan dateng sampai niat ngitung countdown 20 menit.
  • Nunggu kelas pasti jajan – jajan, asrama – asrama, nongki – nongki
  • Ngejek temen se MABA yang jadwalnya full dan liburnya Cuma dapet sehari
  • Ada yang lagi betah – betahnya di kampus, ada juga yang udah jadi kupu – kupu. Tanpa bermetamorfosis terlebih dahulu
  • Banyak MABA yang mencolok dan maba yang meredup. Kalo di elektrolisis mah ada yang lampunya, lampu redup, hanya gelembung, tidak sama sekali bereaksi. #EAK KIMIA
  •  Lebih sering mengeluh, dibanding menikmati
  • Lebih mendekatkan diri kepada NGANTUK
  • Masih alay teriak – teriak ketemu senior yang beningan dikit. (ganteng, cool, keren)
  • Masih agak – agak serem sama tatib ospek fakultas maupun jurusan, padahal udah basi banget itu ospeknya udah kelewat agak lama.
  • Banyak yang disangkain sebagai mata – mata.
  • Kuliahnya cuma 2 - 3sks, Nunggu kelasnya bisa sampai 5sks. Sekarang bahasanya udah SKS dong gaya.. DASAR MABA!
  • Yang tadinya slogan unpas itu; Nyunda, Nyakola, Nyantri, Nyantika dan lain - lain. Dengan kekuatan kreatifnya aku tambahin ya maaf ini hanyalah clotehan Nyatunduh, Nyalapar, Nyakelas sore, Nyahareudang, Nyakituweh pokona mah #UnpasNyunda.

Dan banyak lagi, tapi lupa, jadi kalo punya ide di point selanjutnya, mohon ditambah ya..

          Jadi MABA itu menyenangkan sekaligus membosankan. Rutinitas akan terus menerus seperti ini hingga 3 tahun yang akan datang. Bahkan mungkin akan sesibuk yang kita bayangkan sekarang. Tapi apapun itu keadaannya, tetap jalani dengan hati yang ikhlas dan tulus. Karena apapun yang kita lakukan di dunia ini semata – mata hanya untuk Allah Swt.
Tanamkan dalam diri kalian jadi MABA dan mungkin tahun depan bukan MABA lagi itu akan selalu menyenangkan sampai pada akhirnya wisuda nanti, AMIN. Akan selalu menyenangkan, akan selalu menggembirakan jika semua dilakukan dan dijalani dengan niat yang tulus. Tanpa ada paksaan dan dorongan dari oranglain.

Semangat MABA! Inilah awal dari kehidupan sebenarnya. Kehidupan yang sebenarnya dimulai dari sekarang. Bersiaplah untuk menghadapi kehidupan yang keras ini. Rintangan dan cobaan akan selalu menghampiri, semoga kita adalah manusia - manusia tangguh dalam menghadapi rintangan. Bergegaslah untuk menjemput si masa depanmu itu. Karena masa depan butuh dijemput, tidak akan datang dengan sendirinya.

"Apapun yang sulit akan terasa mudah jika kita menghadapinya dengan tulus dan ikhlas"



Selasa, 05 Agustus 2014

Jadi Siapa? Ya Kamu!

Akhirnya aku kembali nulis lagi dengan materi yang menjijikan... HAHAHAHA
maafinnnnn akuuuuuuu sebelumnya. Tapi yaudah selamat membaca ya!


Jadi Siapa yang Ambil?
Ini cerita non fiksi - 7.30 WIB


Awalnya buka kulkas cuma buat ambil susu kotak *merknya gausah disebut nanti dikira gue promo* aku keluarin susu kemasan kotak itu dari kulkas dan disimpen diatas kulkas, ceritannya mau diminum entar dulu gitu.
Habis beres beres, pas banget mau ambil susu kotaknya dan…
Gak lamaaaaa. gak sampe sejam atau setengah jam, mungkin cuma beberapa menitlah.
JENGJENGJENGGGGGGG…… 
GAK ADAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Saat itu banget, aku dirumah cuma sama ibuku. Aduh aku inget banget kalo aku gak kemana - kemanain itu susu kotak. Sampe ibu ngira aku lupa simpen dan lain lain. Tapi sama sekali gak ada. Yakali gue amnesia apa gimana, gak adaaaaaaaa! Busetdah siapa yang umpetin atau ambil? permisi dulu kek gitu…..
Ibu sih bilang, ah paling itu ada yang ngumpetin atau mindahin. BUT BTW gak ada udah dicari seisi rumah. Tiap tiap lewat kulkas, berharap susu itu ada lagi ditempat asalnya. ya mau aku minum. Tapi dipikir takut juga minum susu yang habis diumpetin.
Jam 8.00 WIB ibu pergi ke rumah nenek. Itu artinya aku sendirian disini. Perasaan udah campur aduk sih antara takut, kepo gitu tapi lebih bisa kontrol diri untuk ‘sosoan biasa aja’. Demi apapun itu, berharap susu itu balik. Lucu aja kayaknya habis ilang, terus ada lagi..
Sekarang udah jam 9.26 WIB, masih aja aku penasaran dengan seribu nyali yang aku punya buat nungguin bakal ada susunya atau engga. Berharapnya adek cepet balik, biar nyali bisa nambah gitu. HAHAHA
Emang ini masalah biasa aja, malah klasik banget sik. Tapi buataku engga, ini kali pertamanya aku dapet hal ganjil dirumah. Yaudah so tegar gimana gitu.
Yakali suasana makin tegang, lagi sunyi sunyinya dirumah. Tiba - tiba barusan banget 9.30 WIB ada banci ngamen depan rumah. Yakali gue paling takut sama banci muka silikon dan gak lama pergi deh itu banci.. Maafinnnnnn, gue cuma takut.
Dan gak lama, 9.36 WIB adekku yang cewek pulang. Haaaaa lega rasanyaaaa dia bisa ngobatin sedikit rasa takut yang aku sosoan beraniin. Bentaran lagi aku bakalan cerita sama adekku, dia pasti bakal kaget sekaligus gak percaya. Samaaak sik, lo aja gapercaya apalagi gue yang ngalamin dek! HUAAAAA
Dear Kamu yang ngambil susu kotak aku, Yauda gapapa buat kamu aja mungkin kamu kebita yah? mau yah? tapi gabisa beli takut ketauan?yaudah minum aja gih. Untung yg aku keluarin yg ada sedotannya, kalo yang gak ada sedotannya, nanti kamu bingung minumnya gimana. Tapi jangan gitu gitu lagi ah, suka bikin kepo jadinya. Yaudah gitu aja, kalo mau balikin yasok balikin tapi tempatnya jangan susah susah. Damai ajalah, aku kan gapernah ganggu kamu, jadi tolong dengan sangat toleransinya banget inimah. Yaudah gitu aja dari aku, Slamat minum susu dipagi hari yang cerah ini. Semoga harimu menyenangkan.
Dan kamu itu adalah… ADEK GUE BYE!
Jadi behind the scenenya, dia udah keluar rumah mungkin pergi sekolah dan mungkin aku dimana entahlah aku lupaaa dia langsung ambil susu kotak itu diatas kulkas. Jadi yaudaaaah sebenernya gitu jalan ceritanyaaa.. HA HA HA
cuma pengen bilang, GILA LO NDRO!
Nyesel gue udah bela belain parno, dan berpikir bahwa yang ambil / umpetin itu makhluk lain. BYE maksimal, lo cerdas banget emang pinter bikin gue agak takut HAHAHAHA
Finally, jadinya aku minum susu kotak yang tanpa sedotan. Kebodohan banget ini tuh.. Yaudah deh. Muka lo sosoan kaget gitu, taunya lo sendiri yang ambil HAAAAHHHHH
Thanks.

Jumat, 04 Juli 2014

Berhemat di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Semua umat muslim selalu menantikan bulan suci yang penuh berkah ini, karena di bulan Ramadhan kita bisa mensucikan diri dari segala dosa yang telah kita perbuat sebelumnya dan kita bisa memperbaiki diri kita menjadi sosok manusia yang lebih baik lagi kedepannya; yang terpenting adalah lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Bulan Ramadhan terbilang sangat singkat. Kita hanya diberi 30 hari lamanya untuk berpuasa dan mensucikan diri. Dengan waktu yang sesingkat itu, kita sebaiknya berpintar - pintarlah memanfaatkan waktu untuk memohon ampun kepada-Nya agar setelah bulan Ramadhan usai kita terlahir seperti bayi yang tanpa dosa. Berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan haus atau pun hawa nafsu, kita juga harus menahan diri dari segala godaan yang datang dari berbagai arah. Kita harus menjaga diri dari hausnya berbelanja ini itu. Kita harus menjaga lisan kita, telinga kita, juga sikap kita. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Bulan yang membuat kita bisa menjadi hemat, karena kita tidak makan dan minum selama 13 jam. Oleh karena itu, kita mempunyai peluang besar untuk menabung. Tapi tidak banyak yang melakukannya.

Di bulan Ramadhan yang suci ini yang aku rasakan adalah bukan semakin hemat, melainkan semakin borosnya pengeluaran. Banyak orang yang menjajakan makanan - makanan khas bulan Ramadhan diberbagai tempat; disepanjang jalan, dari tempat yang besar sampai tempat kecil seperti kios - kios yang memang disediakan hanya bulan Ramadhan saja. Kita terlalu tergiur dengan makanan dan minuman yang dijajakan para penjual dengan iming - iming "mumpung bulan puasa". Banyak orang menyerbu tempat makanan dan minuman untuk berbuka puasa ataupun sahur, dan berlebihan. Padahal kita dianjurkan untuk berbuka puasa dengan sebaik - baiknya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Tapi berbeda dengan yang aku rasakan ketika bulan Ramadhan, tepatnya saat berbuka puasa; ibuku banyak sekali menjajakan makanan dan minuman yang belum tentu akan habis tuntas dimakan. Sangat disayangkan, padahal diluar sana masih banyak orang yang masih memikirkan akan berbuka dan sahur dengan makanan dan minuman apa. Tapi di bulan Ramadhan ini, orang - orang terbilang boros atau bahkan hanya ingin memuaskan rasa laparnya saja dengan cara membeli berbagai makanan dan minuman.

Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Semuanya harus diatur sedemikian rupa cukupnya, tidak kurang dan tidak lebih. Di bulan Ramadhan kita bisa lebih banyak peluang untuk berhemat. Misalkan kita diberi uang jajan, berhubung sedang puasa otomatis uangnya tidak kita pakai untuk membeli makanan dan minuman, tak usah pikir panjang lag sebaiknya cepatlah ditabung. Saat membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa, belilah sesuatu yang terpenting dan dibutuhkan. Jangan membeli makanan dan minuman yang belum tentu akan kita habiskan semua, belilah sewajarnya untuk meminimalisir pengeluarkan juga kan? Berbukalah dengan cukup, jangan segala dimakan karena itu bukan yang dianjurkan oleh agama; bisa makan dan minum sepuasnya sesudah adzan maghrib. Itu bukannya bagus, tapi itu akan membuat kita ngantuk saat akan melaksanakan shalat tarawih. Jadi jika kita beli makanan dan minuman secukupnya, tak akan kita mengeluarkan uang yang banyak.

Setiap orang pasti selalu melakukan tradisinya setiap tahun; membeli baju lebaran. Tujuan kita untuk membeli baju baru itu adalah untuk terlihat bersih rapi dan suci ketika menyambut hari kemenangan bulan suci Ramadhan, bukan untuk pamer eksistensi ber fashion. Belilah baju yang sewajarnya yang memang sudah menjadi prioritas kita. Jika dirumah masih ada baju yang layak pakai dan masih terlihat bagus, apa salahnya kita memakainya dan menabung uang untuk membeli baju yang baru? 

Di bulan Ramadhan seperti ini, orang - orang pasti akan berbondong - bondong menyerbu supermarket, minimarket atau mall mall. Mereka berlomba - lomba mengumpulkan makanan dan minuman sebanyak - banyaknya atau memasak sajian - sajian khusus untuk nanti jika saatnya Lebaran. Tapi itu ternyata perilaku konsumtif, lebih baik uangnya untuk bershodaqoh. Semua itu harus diprioritaskan kembali, ada sesuatu yang lebih penting diatas sesuatu yang penting. Beli dan buatlah makanan dan minuman yang cukup untuk Lebaran nanti, sewajarnya saja. Karena apalah arti mempunyai banyak makanan dan minuman, mempunyai baju lebaran yang banyak dan bagus, jika kita tidak memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik - baiknya. 

Kita berbondong - bondong untuk berbuat baik dan mengumpulkan pahala kita, siapa tau dosa - dosa kita akan dihapuskan seperti bayi tak berdosa yang baru dilahirkan oleh rahim seorang ibu. Kita berlomba - lomba memohon ampunan kepada-Nya. Berhemat di bulan suci Ramadhan itu akan jauh lebih berkah dibanding harus menghambur - hamburkan uang yang tak jelas kegunaannya. 

#LombaCekAja

Kamis, 03 Juli 2014

Gak Akan Kemana

Rezeki itu kayak jodoh, sama sama gak akan 'kemana'. Tapi jodoh kan rezeki, iya sama sama gak akan 'kemana'.

Tangisan seorang ibu tua beranak 4 tersedu - sedu setelah kehilangan uang yang ia dapat dari kedua anaknya yang sudah berkeluarga.

Suatu hari, ibu tua tinggal bersama kedua anaknya yang masih berusia dini tanpa kepala keluarga. Beberapa waktu silam perselingkuhan yang berujung perceraian itu membuat ibu tua memutuskan untuk menjadi 'Single parent'. Kedua anaknya lagi sudah berkeluarga dan sudah memiliki anak, namun mereka bertempat tinggal terpisah jadi sesekali mereka mengunjungi rumah orangtuanya.

Suatu ketika ibu tua yang selalu ceria walau hatinya rapuh; tak mempunyai uang sepeserpun. Ibu tua bergegas untuk menemui anak pertamanya yang letak rumah tak jauh dari rumahnya. Sesampainya disana ibu tua hanya diberi selembar uang biru berpecahan 50.000, lalu ibu tua menemui anak keduanya yang juga letaknya tak jauh dari situ. Sesampainya disana ibu tua itu juga hanya diberi selembar uang biru berpecahan 50.000.
"Alhamdulillah...." katanya.

Ibu tua berpamitan lalu bergegas untuk pulang kerumah karena kedua anak yang masih kecil kelaparan belum menemukan sesuap nasi sedikitpun. Ia dengan sepedanya mengayuh dengan semangat untuk pulang dan menemui kedua anaknya. Tibalah dirumah ibu tua memeriksa saku celananya untuk mengambil uang yang sudah ia dapat dari kedua anaknya yang sudah berkeluarga. Percaya atau tidak, dua lembar uang berpecahan 50.000 itu tak ada disaku celana ibu tua itu. Ia mencari kesana kemari mengikuti rute yang sudah ia lalui tadi namun tak ada hasil. Ibu tua benar benar kehilangan uang berpecahan 100.000 itu. Sungguh malang nasibnya. Ibu tua sangat berputus asa karena tak mendapatkan kembali uang yang hilang itu, ia duduk dilantai rumahnya yang dingin lalu menangis tersedu - sedu. Ada perasaan menyesal mengapa tak disimpan baik baik uangnya, ada perasaan kesal karena ia sangat membutuhkan uang itu semua perasaan sudah tercampur aduk didalam hatinya. Wajar saja, ia membesarkan kedua anaknya yang masih kecil seorang diri tanpa seorang ayah yang sudah tega meninggalkan rumah hanya karena dia memiliki wanita lain.

Ibu tua langsung bergegas mengambil air wudhu. Ia butuh mengadu kepada Allah, ia butuh tempat mengadu. Seusai ia melaksanakan shalat, ia berdoa tak henti henti kepada-Nya untuk diberi kesabaran, ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Hingga menangis tersedu - sedu diatas sajadah biru.

Kedua anaknya sontak kaget ketika memasuki rumah melihat ibunya menangis tersedu - sedu melemah diatas sajadah dan masih menggunakan mukena. Ibu tua itu menjelaskan pada anaknya, kalau uang yang ia dapat dari kakak - kakakmu telah hilang dan entah dimana hingga mencarinya kesana kemari siapa tau jatuh dijalan. Perasaan sesak muncul dari kedua anak kecil yang harus menerima keadaan sepilu ini. Mereka ikut menangis dan memeluk ibunya hingga mereka terlelap tidur dilantai dalam keadaan sangat lapar.

"Tok Tok Tok Tok" suara ketukan pintu terdengar jelas.

Ibu tua beranjak bangun dari lantai dan segera membuka pintu rumahnya. Ternyata yang datang adalah temannya. Ibu tua bingung apa maksud kedatangan temannya ini, tak lama kemudian temannya memberikan uang berpecahan 150.000 dengan alasan karena ibu tua sudah terlalu banyak membantu dan menolong katanya. Senyum haru terlukis dari wajah ibu tua itu, sangat indah. Ibu tua memeluk temannya dengan ungkapan rasa terima kasih dan anak - anaknya langsung menghampiri ibunya dan memeluk haru mendapatkan rezeki yang lebih banyak setelah kehilangan uang dari anak tertuanya.


"Alhamdulillah Nak, akhirnya ibu memiliki uang untuk membelikan kalian makanan. Kalian sudah sangat lapar bukan? Ibu bersyukur sekali, tak perlu ibu menunggu lama jawaban dari Allah setelah ibu berdoa. Rezeki penggantinya telah datang lagi Nak. Allah sangat baik bukan? Allah menghilangkan rezeki ibu dan mengantikannya dengan rezeki yang lebih besar. Sebaiknya kalian teruslah jangan bosan bosan untuk meminta dan memohon kepada Allah, Nak. Karena ibu percaya Allah maha mendengar umatnya yang sedang tertimpa kesusahan. Tapi jangan merasa puas jika doamu telah terkabulkan, kalian harus kembali berdoa atas ucapan terima kasih. Ibu beruntung masih memiliki kalian berdua, Ibu sayang kalian. Doakan ibumu ini yak Nak" kata ibu.

"Iya bu Alhamdulillah Allah maha mendengar umatnya yang sedang kesusahaan, Rezeki gak akan kemana bu. Rezeki itu bukan hilang, tapi ditunda untuk kita miliki. Sampai pada akhirnya Allah tau kita benar - benar membutuhkannya dan Allah memberikan rezeki kepada kita lewat oranglain. Subhanalloh" kata kedua anaknya.

"Benar kan kataku, Rezeki itu gak akan kemana. Kayak jodoh, yang gak akan kemana. Kelak dengan sisa umur ibu sekarang ini masih diberi jodoh yang gak akan kemana itu, aku ingin melihat ibu tersenyum bahagia lagi dan jodoh ibu bisa menghidupi keluarga kita bu, Amin" katanya



Tangisan bahagia masih menghiasi pipi kering ibu tua yang sudah rentan itu. Ia hanya berharap apa yang ia lakukan selama ini dalam jalan yang benar dan selalu dalam lindungan-Nya.